Lebih dari 50.000 tentara, 200 pesawat jet tempur, dan dua kapal induk terlibat dalam serangan AS dan Israel ke Iran. (Anadolu Agency)
Lebih dari 50.000 Tentara AS Terlibat dalam Serangan Gabungan ke Iran
Muhammad Reyhansyah • 4 March 2026 13:40
Washington: Lebih dari 50.000 tentara, 200 pesawat jet tempur, dan dua kapal induk terlibat dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, menurut Komandan United States Central Command (CENTCOM) Jenderal Brad Cooper pada Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam pesan video, Cooper menyebut operasi yang kini memasuki hari keempat itu sebagai pengerahan militer terbesar AS di Timur Tengah dalam satu generasi.
Ia mengatakan pasukan AS dan Israel telah menyerang hampir 2.000 target di seluruh Iran dengan menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak kampanye dimulai.
Menurut Cooper, Iran merespons dengan serangan balasan berskala besar, meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone.
“Kami juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan lautnya. Sejauh ini, kami telah menghancurkan 17 kapal Iran,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski menghadapi serangan balasan tersebut, Cooper menyatakan kemampuan Iran untuk menyerang pasukan dan sekutu AS terus melemah seiring berlanjutnya operasi.
Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang dilaporkan menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
CENTCOM juga mengumumkan bahwa enam personel militer AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Iran terhadap pusat operasi taktis di Kuwait selama operasi berlangsung.
Baca juga: Konflik Iran vs AS-Israel Masuki Hari Kelima, Trump: Sudah Terlambat untuk Dialog