KJRI San Francisco Dorong Perusahaan Nike Tingkatkan Produksi di Indonesia

Pertemuan Konjen RI San Francisco dengan Jorge Casimiro, Vice President dan Chief Government and Public Affairs Officer Nike Inc. di Beaverton, Oregon. (KJRI San Francisco)

KJRI San Francisco Dorong Perusahaan Nike Tingkatkan Produksi di Indonesia

Willy Haryono • 18 May 2026 13:54

Beaverton: Nike, perusahaan alas kaki terbesar di dunia, menegaskan komitmen strategis jangka panjang terhadap Indonesia sebagai salah satu basis produksi utamanya di Asia Tenggara.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jorge Casimiro, Vice President dan Chief Government and Public Affairs Officer Nike, kepada Konjen RI San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, dalam pertemuan di markas Nike di Beaverton, Oregon, untuk membahas keberlanjutan dan penguatan kerja sama industri.

Pertemuan menekankan bahwa stabilitas Indonesia, keterampilan tenaga kerja, dan ekosistem manufaktur yang matang menjadi faktor penting bagi pertumbuhan produksi Nike di kawasan.

Indonesia, yang telah menjadi mitra strategis Nike selama hampir empat dasawarsa, kini menempati posisi sebagai negara sumber produksi terbesar kedua bagi Nike di dunia, dengan lebih dari 300 ribu tenaga kerja di 50 pabrik di Pulau Jawa.

“Kami sangat menghargai stabilitas yang disediakan Indonesia, yang memungkinkan perencanaan jangka panjang, investasi berkelanjutan, dan penerapan praktik manufaktur yang lebih ramah lingkungan,” ujar Jorge Casimiro, dalam siaran pers KJRI San Francisco yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 18 Mei 2026.

Konjen Yohpy menegaskan, “Pemerintah terus memastikan stabilitas dan kemudahan berusaha bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia."

"Kami berharap sourcing Nike dari Indonesia dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari kemitraan strategis yang saling menguntungkan, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya tahan ekonomi nasional," sambungnya.

Pemberdayaan Tenaga Kerja Perempuan

Pertemuan juga membahas strategi pertumbuhan pasar domestik Indonesia. Nike menekankan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada penjualan dan pemasaran lokal, termasuk akses pasar digital melalui aplikasi dan perdagangan elektronik.

Nike juga menyoroti komitmennya terhadap pemberdayaan tenaga kerja perempuan, yang saat ini mencakup sekitar 76 persen dari total pekerja di pabrik-pabrik mitra Nike di Indonesia.

Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang tidak hanya berasal dari biaya produksi, tetapi juga keterampilan dan kualitas tenaga kerja, serta ekosistem industri yang matang. Hal ini menjadi penting di tengah dinamika global, seperti pandemi, fluktuasi permintaan, dan perubahan kebijakan tarif di pasar utama, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

Pertemuan menegaskan bahwa stabilitas, kolaborasi, dan kepastian kebijakan menjadi faktor kunci untuk memperkuat hubungan bisnis, pengembangan sumber daya manusia, dan akses pasar global. Indonesia terus menjadi mitra utama Nike dalam strategi manufaktur dan ekspansi regional, termasuk potensi pengembangan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan kapasitas produksi baru.

Pada hari yang sama, Konjen Yohpy turut menghadiri Celebrate Trade Gala di Portland Art Museum, Oregon. Acara tahunan yang telah memasuki tahun kelima tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan Oregon dalam perdagangan internasional, sekaligus mendukung pengembangan generasi pemimpin masa depan melalui Oregon Consular Corps Scholarship Fund.

Sebagai salah satu perusahaan terbesar yang berbasis di Oregon, kontribusi Nike terhadap perekonomian negara bagian tersebut mencapai sekitar USD 2 miliar, dengan sekitar 14.000 pegawai yang tersebar di berbagai wilayah Oregon.

Baca juga:  Tempe Jadi Jembatan Diplomasi Budaya Kuliner Indonesia-AS di San Francisco

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)