Ilustrasi Pexels
RCP BRIN, Panel Berbasis Karet Opsi Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Muhamad Marup • 13 May 2026 20:19
Jakarta: Perlintasan kereta sering menyebabkan terjadinya kecelakaan, seperti yang terjadi di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Sebagai salah satu solusi mengatasi masalah tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi Rubber Crossing Plate (RCP).
"RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan," ujar Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, dalam keterangan resminya, Rabu, 13 Mei 2026.
Ade menilai, apabila diterapkan secara luas oleh operator seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), RCP berpotensi menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.
"Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan," katanya.
RCP siap diimplementasi
Ade menerangkan, Kelompok Riset Karet Teknologi Tinggi BRIN telah mengembangkan teknologi RCP yang kini mencapai tingkat kesiapan implementasi. Material tersebut dikembangkan menggunakan karet alam yang dipadukan dengan aditif kompatibiliser serta filler khusus.Kombinasi material tersebut menghasilkan pelat perlintasan yang elastis, mampu meredam getaran tinggi, tahan terhadap beban statis dan dinamis, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.
"Produk ini juga telah melalui berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem," ungkapnya.
Ade menambahkan, permukaan RCP yang presisi dan anti-slip mampu menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil sehingga mengurangi risiko kendaraan tergelincir maupun tersangkut di rel. Kemampuan material dalam meredam getaran juga meningkatkan kontrol kendaraan saat melintas serta menurunkan tingkat kebisingan di lingkungan sekitar.
"Pengembangan RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran antara karet dan aditif," terangnya.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menampilkan inovasi Rubber Crossing Plate (RCP). Foto: BRIN
Lebih jauh, teknologi tersebut dinilai memiliki dimensi strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan pada material impor.
"Pengembangan ke depan, melalui pemanfaatan limbah mineral sebagai filler juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi," tuturnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com