Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Simak Kelompok Rentan Terdampak

Ilustrasi Pexels

Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Simak Kelompok Rentan Terdampak

Muhamad Marup • 11 May 2026 15:52

Jakarta: Kementerian kesehatan turut mengantisipasi penyebaran hantavirus. Hal ini dilakukan usai virus berasal dari tikus tersebut mengakibatkan jatuhnya korban di kapal pesiar yang tengah berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Mulyono, mengungkapkan, terdapat kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus, di antaranya:

  • Pekerja pertanian
  • Petugas kebersihan
  • pekerja kehutanan
  • Penghuni wilayah pedesaan
  • Masyarakat yang membersihkan gudang atau bangunan tertutup yang lama tidak digunakan.
"Risiko penularan meningkat pada ruangan dengan ventilasi buruk yang terkontaminasi kotoran tikus," ujar Mulyono, dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026. Ia menyarankan masyarakat melakukan langkah pencegahan infeksi hantavirus. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
"Area tersebut sebaiknya disemprot disinfektan terlebih dahulu dan tidak langsung disapu agar partikel debu tidak beterbangan di udara," ucapnya.

Perkuat pengawasan pintu masuk negara

Kemenkes memperkuat strategi kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya penyakit hantavirus ke Indonesia. Fokus utama saat ini adalah penguatan surveilans di pintu masuk negara serta peningkatan kapasitas laboratorium nasional.

"Nah, hal yang paling penting adalah dilakukan surveilans, kemudian penguatan sumber daya dan juga kapasitas dari laboratorium. Surveilans kita lakukan screening gejala pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, serta aplikasi All Indonesia," ujar Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni. Foto: Tangkapan layar.

Andi menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini dikawal oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) yang tersebar di seluruh bandara dan pelabuhan internasional di Indonesia. 

"Jadi pelaku perjalanan baik melakukan melalui bandara maupun juga dari pelabuhan laut itu dilakukan hal seperti ini," ucap dia.

Selain pengawasan di gerbang masuk, Kemenkes juga mengaktifkan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di 21 rumah sakit rujukan untuk mendeteksi pasien dengan gejala serupa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)