Tiongkok Desak Pakistan Perkuat Mediasi AS-Iran Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. (Anadolu Agency)

Tiongkok Desak Pakistan Perkuat Mediasi AS-Iran Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

Muhammad Reyhansyah • 13 May 2026 11:12

Beijing: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada Selasa, 12 Mei 2026, mendesak Pakistan meningkatkan upaya mediasi dan membantu "menangani secara tepat" isu terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurut laporan media pemerintah Tiongkok Xinhua, Wang menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, di tengah upaya Islamabad melanjutkan putaran kedua pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran.

Percakapan itu berlangsung menjelang kunjungan penting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Beijing, yang diperkirakan akan membahas perang berkepanjangan di Timur Tengah bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping, selain sejumlah isu bilateral lainnya.

Kedua diplomat senior tersebut menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata yang "berkelanjutan" antara Amerika Serikat dan Iran serta memastikan lalu lintas normal di Selat Hormuz, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

"Kedua pemimpin bertukar pandangan secara mendalam mengenai perkembangan regional terbaru dan upaya berkelanjutan Pakistan untuk memfasilitasi keterlibatan antara Iran dan Amerika Serikat guna mendorong perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan dan sekitarnya," demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026.

Wang juga kembali menyampaikan "apresiasi dan dukungan" terhadap peran mediasi Pakistan yang disebut "konstruktif."

Diplomasi Regional Terus Berlanjut

Selain membahas konflik AS-Iran, kedua pihak juga mendiskusikan rencana pertukaran tingkat tinggi, kegiatan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Pakistan-Tiongkok, serta kerja sama bilateral dan multilateral yang lebih luas.

Kedua negara sepakat mempertahankan komunikasi yang "erat" terkait seluruh isu kepentingan bersama.

Pakistan sebelumnya memediasi gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April, yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan penting di Islamabad pada 11 dan 12 April yang dihadiri delegasi senior dari kedua negara.

Namun kedua pihak gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Sejak saat itu, kedua negara terus saling bertukar proposal dan formula negosiasi untuk mencari titik temu guna memulai kembali putaran kedua pembicaraan langsung demi mengakhiri konflik yang telah mengganggu pasokan energi global dan kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan.

Baca juga:  Tinggalkan Gedung Putih, Trump Memulai Kunjungan Kenegaraan Tiga Hari ke Tiongkok

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)