Polisi-Masyarakat Sinergi Redam Tawuran di Jakarta selama Ramadan

Para pelaku tawuran di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terekam kamera CCTV warga membawa sejumlah senjata tajam, Minggu, 22 Februari 2026.ANTARA/istimewa.

Polisi-Masyarakat Sinergi Redam Tawuran di Jakarta selama Ramadan

Siti Yona Hukmana • 24 February 2026 13:37

Jakarta: Polda Metro Jaya mengaku bersinergi dengan elemen masyarakat di ibu kota dan sekitarnya dalam meredam aksi tawuran di Jakarta selama Ramadan. Sinergitas itu dinilai cukup ampuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan upaya nyata tersebut diperkuat melalui deklarasi "Jaga Jakarta" oleh berbagai komunitas masyarakat dalam Apel Kamtibmas pada 14 Februari 2026. Kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas Anti Tawuran oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

"Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan," kata Budi seperti dilansir dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026. 

Budi menegaskan fokus utama Satgas Anti Tawuran mengedepankan tindakan preventif dan humanis melalui kolaborasi patroli warga serta patroli mobile dari satuan Brimob dan Sabhara.

"Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan untuk membubarkan kerumunan remaja yang terindikasi hendak melakukan aksi tawuran," ujar Budi.

Menurut dia, pendekatan tersebut terbukti efektif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum pecah menjadi konflik fisik di jalanan. Tak hanya peran kepolisian, keterlibatan aktif warga juga disebut mampu menggagalkan rencana tawuran sekelompok remaja dengan menyerahkan pelaku tawuran ke pihak kepolisian.

"Bapak Kapolda sangat mengapresiasi kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan kita kali ini sangat humanis, namun tetap tegas," ujar Budi.

Ilustrasi tawuran. Foto: Dok. Metrotvnews.com

Dia menuturkan bila pada Januari lalu tercatat ada tiga korban jiwa akibat tawuran, maka selama masa Ramadan di bawah pengawasan Satgas tersebut, angka korban jiwa menjadi nihil. Hal ini dianggap sebagai peningkatan yang signifikan.

"Ini adalah keberhasilan kolektif antara Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci," ucap Budi

Polda Metro Jaya memastikan upaya preventif dan patroli gabungan terus diintensifkan secara berkelanjutan. Dengan begitu, tren penurunan angka tawuran di Jakarta dan wilayah penyangga lainnya dapat terus dipertahankan, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

"Sinergi antara Brimob, Sabhara, dan warga kini menjadi formula kunci dalam menciptakan stabilitas kamtibmas yang modern dan berbasis komunitas," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota itu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)