Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: ANTARA/HO-Kemenko IPK.
AHY Sebut Serangan Israel-AS ke Iran Picu Guncangan Geopolitik
Rahmatul Fajri • 1 March 2026 11:37
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), prihatin atas pecahnya serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. AHY menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu guncangan geopolitik yang akan berdampak pada stabilitas keamanan global, termasuk kawasan Asia Tenggara.
AHY menegaskan pemerintah Indonesia terus memantau situasi untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, terutama terkait dampak langsung pada sektor infrastruktur transportasi udara.
“Kita sangat menyayangkan terjadinya kembali perang ini. Pasti akan mengakibatkan guncangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, dan dampaknya akan terasa hingga ke kawasan kita di Asia Tenggara,” ujar AHY di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Februari 2026.
AHY menyoroti risiko terhadap lintas penerbangan internasional. Dia menyebut maskapai penerbangan harus menghitung ulang rute mereka demi menjaga faktor keselamatan penumpang. Menurut dia, penggunaan rudal dan misil jarak jauh dalam konflik tersebut membuat ruang udara di sekitar kawasan konflik menjadi tidak terprediksi dan berbahaya bagi penerbangan sipil.
“Kita tetap mengantisipasi dan berharap ini bisa dimitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan. Namun, maskapai pasti akan menghitung kembali karena faktor keselamatan adalah nomor satu. Namanya perang menggunakan rudal jarak jauh, lintasannya sulit diprediksi,” jelas dia.
Baca Juga:
Media Pemerintah Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia |
(1).jpg)
Serangan balasan Iran akan ditujukan terhadap wilayah Israel dan kepentingan AS di kawasan. (Anadolu Agency)
Selain aspek keselamatan, AHY memperingatkan konflik ini bukan hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia. Dia menggarisbawahi potensi krisis pada sektor energi global mengingat posisi strategis Timur Tengah dalam rantai pasok minyak dan gas bumi.
“Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir. Karena jika terus berlanjut, ini akan menyebabkan tantangan berat di sektor ekonomi, termasuk ketahanan energi dunia,” ujar AHY.