Danantara Integrasikan Ekosistem Perumahan untuk Perluas Akses Hunian

CEO Danantara Rosan Roeslani saat sambutan di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Danantara Integrasikan Ekosistem Perumahan untuk Perluas Akses Hunian

Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 09:57

Jakarta: BPI Danantara membangun ekosistem perumahan terintegrasi yang mencakup industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor, hingga layanan pembiayaan untuk mempercepat dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan akses terhadap hunian terjangkau yang memenuhi standar kelayakan dan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Danantara Housing Expo 2026 merupakan wujud dukungan Danantara Indonesia bersama seluruh ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah yang menjadi program prioritas," kata Rosan dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut Rosan, terdapat tiga hal yang ingin dihadirkan melalui penguatan ekosistem perumahan, yakni pasokan rumah dengan kualitas dan harga terjangkau, skema pembiayaan kompetitif, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

Dari sisi pembiayaan, Danantara mendorong sinergi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan lembaga keuangan lain dalam ekosistem BUMN. Sinergi tersebut diharapkan meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan dengan skema yang lebih terjangkau.

"Memberikan skema pembiayaan yang kompetitif, terjangkau, melalui sinergi bank-bank Himbara dan lembaga keuangan lainnya yang berada di bawah ekosistem BUMN, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat," ujar dia.


Salah satu properti yang dipamerkan di Danantara Housing Expo 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
 

 

Danantara kolaborasi dengan Kementerian PKP


Rosan menuturkan, kebutuhan hunian saat ini menjadi salah satu prioritas. Oleh karena itu, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan Danantara Housing Expo 2026 dapat menjadi platform yang mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan.

"Kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi untuk memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai," ujar Maruarar.

Dalam ekosistem tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyediakan solusi bahan bangunan untuk mendukung efisiensi pembangunan rumah. SIG menawarkan Bata Interlock Presisi yang diklaim dapat mempercepat proses konstruksi sekaligus mengoptimalkan penggunaan material.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemerintah dalam mewujudkan program tiga juta rumah melalui penyediaan bahan bangunan yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Danantara Housing Expo 2026 berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta. Pilihan properti tersebut dibagi ke dalam sejumlah zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, yang menyasar kebutuhan dan kemampuan pembelian konsumen yang berbeda.

Khusus pengembang BUMN, sebanyak 12 pengembang membawa sekitar 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Nilai inventori properti yang ditawarkan mencapai Rp9,79 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.611 unit merupakan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sedangkan 9.948 unit lainnya merupakan hunian non-MBR.

(Ade Hapsari Lestarini)