Pembukaan Danantara Housing Expo. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga
Tenor KPR hingga 40 Tahun Jadi Alternatif Bikin Cicilan Rumah Lebih Murah
Eko Nordiansyah • 29 August 2026 20:31
Jakarta: Akses pembiayaan menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan masyarakat untuk memiliki hunian. Selain besaran uang muka dan suku bunga, jangka waktu atau tenor kredit yang lebih panjang dapat menjadi alternatif untuk menekan besaran cicilan rumah setiap bulannya.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan skema pembiayaan yang ditawarkan dalam Danantara Housing Expo 2026 memiliki tenor hingga 30 tahun bahkan 40 tahun.
“Tenor juga mungkin selama ini di perbankan hanya 10 tahun, 15 tahun. Kita bisa berikan sampai 30 tahun bahkan 40 tahun,” ujar Rosan, dikutip dari unggahan Instagram resmi Rosan Roeslani, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Selain tenor yang lebih panjang, Rosan mengatakan pembiayaan dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menawarkan uang muka mulai satu persen dengan suku bunga mulai 2,75 persen per tahun.
“Salah satu keunggulan expo ini juga kami mencoba menghadirkan pembiayaan dari bank-bank Himbara yang memiliki feature yang sangat friendly karena uang mukanya bisa dimulai dari 1 persen, suku bunganya mulai dari 2,75 persen per tahun,” lanjut Rosan.

(Danantara Housing Expo. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan)
Harga hunian mulai Rp120 Juta
Pilihan hunian yang ditawarkan juga mencakup berbagai kelompok harga. Rosan menyebut harga properti yang tersedia mulai sekitar Rp120 juta hingga Rp2 miliar sampai Rp3 miliar.“Dari harga, tadi kita lihat bersama, dari harga Rp120 juta sampai dengan yang tertinggi di level Rp2 atau Rp3 miliar. Jadi kita meng-cover semua segmen yang ada,” ujarnya.
Menurut Rosan, penyediaan hunian dan skema pembiayaan tersebut terutama diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat segmen menengah ke bawah untuk memiliki rumah.
Dorong munculnya pengembang baru
Ia juga berharap penyelenggaraan Danantara Housing Expo dapat menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem perumahan. Selain memperluas akses masyarakat terhadap hunian, Rosan menyinggung peluang munculnya pengusaha-pengusaha muda dan pengembang baru dari berbagai daerah.“Sudah muncul pengusaha-pengusaha muda, pengusaha-pengusaha baru di daerah yang bisa juga pada suatu saat bisa menjadi Ciputra-Ciputra baru, Aguan-Aguan baru, James-James baru,” kata Rosan. (Selsha Septifanie Gunawan)