Wagub DKI Rano Sebut Korban Kebakaran Kemayoran Menolak Pindah ke Rusun

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau lokasi kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat. Metro TV/Iqbal

Wagub DKI Rano Sebut Korban Kebakaran Kemayoran Menolak Pindah ke Rusun

Muhammad Iqbal Sidiq • 2 June 2026 14:27

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menawarkan korban kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk pindah ke rumah susun (rusun). Namun, penawaran itu ditolak warga yang terdampak kebakaran.

"Memang ini menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan segera kita selesaikan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau lokasi pengungsian kebakaran di Lapangan Jusuf Hamka, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.

Rano mengatakan permukiman yang terbakar berdiri di lahan milik Sekretariat Negara (Setneg). Oleh karena itu, pihaknya mengajak para korban untuk pindah ke tempat lain, seperti rusun.

Namun, ajakan relokasi tersebut langsung mendapat penolakan dari warga. Warga beranggapan sudah turun-temurun tinggal di kawasan tersebut dan tidak mau angkat kaki dari lahan tersebut.

“Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'. 'Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," ungkap Rano Karno.

Rano sempat meyakinkan warga untuk mempertimbangkan solusi pindah ke rusun. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat berpikir lebih realistis.

"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," ujar Rano.

Kondisi pengungsian korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat. Metro TV/Iqbal

Baca Juga: 

Update Korban Kebakaran Kemayoran: 304 Bangunan Hangus, 679 Jiwa Terdampak

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan terus membuka mencari jalan tengah terbaik antara penegakan aturan aset negara, standarisasi keselamatan permukiman, dan aspirasi sosial dari warga terdampak.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 304 bangunan hangus terbakar, dan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak kebakaran tersebut.

Dari total 679 jiwa yang terdampak, korban terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan. Rincian tersebut mencakup kelompok rentan, di antaranya 35 jiwa lanjut usia (lansia), 90 balita, serta dua ibu hamil.

Selain itu, terdapat 53 anak usia SD, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMK, dan 414 warga usia dewasa yang terdampak kebakaran ini.

(Achmad Zulfikar Fazli)