Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Naik 0,42% ke Level 6.489 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 18 September 2026 09:29
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 18 September 2026, IHSG berada di posisi 6.512,569.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung menguat sebanyak 27,357 poin setara 0,42 persen ke level 6.489,788.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 257 saham emiten menguat. Sementara, 259 saham lainnya melemah dan 206 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.20 WIB sebanyak Rp2,040 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,364 miliar saham.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
IHSG berpotensi bergerak mendatar
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi masih bergerak mendatar (sideways) pada level kisaran 6.420-6.540.
"Diperkirakan support IHSG di level 6.350-6.420 dan resist IHSG di level 6.500-6.540," ungkap Fanny dalam riset hariannya.
Adapun, indeks utama Wall Street kembali bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026 seiring meredanya harga minyak, turunnya yield obligasi AS dan data tenaga kerja yang solid menopang pasar melawan sentimen kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,62 persen; S&P 500 menguat 1,14 persen; dan Nasdaq Composite melesat 1,69 persen menjadi 26.418,30.
Di sisi lain, saham-saham Asia beragam dengan mayoritas naik pada Kamis, 17 September 2026, setelah The Fed menaikkan suku bunga dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,33 persen; sedangkan, saham-saham unggulan Tiongkok turun 0,45 persen; Hang Seng Hong Kong melemah 0,44 persen; dan KOSPI Korea Selatan melemah 0,04 persen. Di sisi lain, ASX 200 Australia naik 0,41 persen; dan NZX 50 Selandia Baru menguat 0,89 persen.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 0,4 persen, disertai dengan net buy asing sebesar Rp153 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, ERAA, DSSA, CUAN, dan ANTM.