Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Wang Ying.
Indeks Saham AS Wall Street Akhirnya Bangkit, Nasdaq Raup Cuan Paling Banyak
Husen Miftahudin • 18 September 2026 08:09
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah harga minyak mentah turun tipis. Investor juga mencermati kenaikan suku bunga pertama Federal Reserve dalam lebih dari tiga tahun.
Mengutip Xinhua, Jumat, 18 September 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 316,14 poin atau 0,61 persen menjadi 51.778,04. Indeks S&P 500 bertambah 85,95 poin atau 1,14 persen ke level 7.637,76. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 439,88 poin atau 1,69 persen menjadi 26.418,30.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona positif. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,20 persen, diikuti sektor barang konsumsi non-esensial yang naik 1,43 persen.
Sebaliknya, sektor keuangan dan barang konsumsi esensial menjadi dua sektor yang mencatat penurunan. Masing-masing melemah 0,10 persen dan 0,01 persen.
Penguatan saham terjadi ketika pelaku pasar kembali mengevaluasi pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah pertemuan bank sentral. Analis menilai langkah kebijakan tersebut turut memperkuat kredibilitas bank sentral dalam upaya mengendalikan inflasi.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: iStock)
Saham teknologi pimpin penguatan
Sektor teknologi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan Wall Street pada perdagangan Kamis. Penguatan ditopang meningkatnya minat beli terhadap perusahaan berkapitalisasi besar dan produsen perangkat keras kecerdasan artifisial (AI).
Saham Nvidia dan Amazon masing-masing menguat lebih dari dua persen. Microsoft juga naik 1,5 persen.
Penguatan turut terjadi pada sejumlah saham semikonduktor. Qualcomm naik lebih dari dua persen, sedangkan Intel melonjak lebih dari tujuh persen dan menjadi salah satu saham yang memimpin penguatan sektor teknologi.
Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan berbagai tingkat suku bunga, termasuk hipotek, obligasi korporasi, dan pinjaman lainnya, diperdagangkan di kisaran 4,94 persen.
Di pasar energi, harga minyak mentah global bergerak turun setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyampaikan pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi diperkirakan segera kembali beroperasi. Pipa tersebut merupakan salah satu jalur alternatif penting untuk mengalirkan pasokan minyak yang terganggu di sekitar Selat Hormuz.