BMKG Prediksi Sumsel Masuk Musim Hujan November 2026

Hujan Dua Hari ke Depan Ilustrasi: Md Nadim Mahmud/Pexels

BMKG Prediksi Sumsel Masuk Musim Hujan November 2026

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 20:13

Palembang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Sumatra Selatan (Sumsel) mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi masih mengalami kekeringan hingga awal Oktober.

"September menjadi periode terkering, khususnya di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU)," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, di Palembang, melansir Antara, Kamis, 17 September 2026.

Peluang hujan mulai muncul pada Oktober meski dengan intensitas relatif rendah. Potensi hujan mencakup wilayah utara hingga tengah Sumsel, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas, serta wilayah selatan termasuk OKI dan sebagian OKU.

Memasuki November 2026, Sumsel mulai memasuki musim hujan 2026/2027. Wandayantolis menyebut, meski intensitas awal masih rendah, distribusi hujan diperkirakan mulai merata di berbagai daerah.

"Sampai bulan November memang curah hujan lebih kering dari biasanya, tetapi bulan November meskipun lebih kering sudah di atas 50 milimeter per tujuh hari," kata Wandayantolis.

BMKG juga memantau potensi pertumbuhan awan hujan pada 18 dan 22 September 2026. Kondisi ini diharapkan menghasilkan hujan di wilayah kekeringan guna membasahi titik panas lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ilustrasi: Pengendara sepeda motor menerobos hujan lebat. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz

Namun, sebaran hujan tetap bergantung pada kondisi angin. Arah pergerakan angin akan memengaruhi wilayah yang menerima paparan awan hujan.

"Secercah harapan ada potensi awan kuat. Mudah-mudahan awan tersebut bisa menghasilkan hujan, terutama di daerah yang ada hotspot dan fire spot," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kondisi cuaca kering hingga memasuki periode peralihan menuju musim hujan, khususnya di wilayah rawan kekeringan dan karhutla.

(Lukman Diah Sari)