Tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Surya Paloh Ajak Akademisi Jaga Optimisme di Tengah Krisis Kepercayaan
Nadia Ayu Soraya • 22 April 2026 12:49
Surabaya: Tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menghadiri sidang terbuka Senat Universitas Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka pengukuhan Prof. Dossy Iskandar sebagai Guru Besar, Selasa, 21 April 2026. Kehadiran Surya Paloh menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan serta peran teknokrat bagi kemaslahatan bangsa.
"Bahwasanya posisi peran para teknokrat bukan hanya berhenti kepada ilmu untuk ilmu itu semata-mata, tapi ilmu untuk bisa memberikan asas manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan umat manusia, itu yang kita inginkan. Dari sinilah saya ingin menyatakan pada hadirin yang saya muliakan kita harus bersama-sama menjaga optimisme yang masih ada pada diri kita," ujar Surya Paloh dikutip dari tayangan Headline News Metro TV.
Ia menyoroti kerisauan mendasar mengenai hilangnya diskusi konstruktif di tengah masyarakat. Surya menyayangkan energi bangsa yang justru terkuras untuk membahas hal-hal sepele yang tidak membawa kemajuan.
Menurutnya, penambahan guru besar harus menjadi harapan baru agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti pada teori, melainkan memberikan asas manfaat bagi umat manusia.
Surya Paloh juga memberikan peringatan keras terkait potret sosial masyarakat saat ini yang terjebak dalam social distrust atau ketidakpercayaan satu sama lain. Ia menilai semangat gotong royong kian memudar, digantikan oleh individualisme dan materialisme yang mengkhawatirkan.

Tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Foto: Metro TV.
"Kita penuh dengan kepura-puraan, kita penuh dengan kemunafikan, kita penuh dengan memakai seluruh aduan atas nama legalitas formalitas, seakan-akan itulah satu-satunya penyelesaian dalam seluruh permasalahan kehidupan yang kita hadapi pada saat ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Surya Paloh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melakukan refleksi diri daripada terus-menerus mencari kesalahan pihak lain. Ia menekankan pentingnya menjaga optimisme agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam sikap skeptis dan apatis yang berkepanjangan.
"Kita terlalu gampang menyalahkan diri orang lain, semua salah orang lain. Tapi kapan kita berani menunjuk diri kita sebenarnya yang bersalah," ucap Surya Paloh.