Mengenal Virus Andes, Jenis Hantavirus Penyebab Wabah di Kapal Pesiar

Oligoryzomys longicaudatus. (michaelweymann/inaturalist)

Mengenal Virus Andes, Jenis Hantavirus Penyebab Wabah di Kapal Pesiar

Riza Aslam Khaeron • 6 May 2026 22:21

Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu, 6 Mei 2026 mengonfirmasi bahwa penyebab wabah di kapal pesiar Belanda MV Hondius adalah virus Andes (ANDV), sebuah jenis hantavirus langka yang biasanya ditemukan di benua Amerika.
 
Sebagian besar jenis hantavirus yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus tidak menular dari manusia ke manusia, namun ANDV berbeda karena kemampuannya yang dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat.

Lantas, apa itu virus Andes dan seberapa mematikannya virus ini? Berikut penjelasannya.
 

Apa Itu Virus Andes?

Berdasarkan informasi dari panduan pemerintah Inggris, virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang telah terbukti dapat menular antarmanusia. Infeksi virus Andes pada manusia pertama kali diidentifikasi pada tahun 1995 di Argentina dan Chili.

Virus ini merupakan penyebab utama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau yang juga dikenal sebagai Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS).

Infeksi ini menyerang paru-paru dan sistem kardiovaskular, yang dapat memicu sesak napas berat, penurunan tekanan darah secara drastis, syok, hingga risiko kematian. Secara alami, ANDV dibawa oleh hewan pengerat liar dari keluarga Cricetidae, khususnya tikus Oligoryzomys longicaudatus yang habitatnya tersebar luas di Amerika Selatan.
 

Seberapa Mematikan Virus Andes?


Ilustrasi: Freepik

Mengutip data dari WHO, infeksi hantavirus secara umum dikaitkan dengan case fatality rate (tingkat kematian) sebesar kurang dari 1% hingga 15% di wilayah Asia dan Eropa, namun angkanya melonjak hingga 50% di benua Amerika. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin maupun pengobatan spesifik untuk menangani infeksi hantavirus.

Khusus untuk HCPS yang disebabkan oleh virus Andes, tingkat fatalitasnya tergolong sangat mematikan. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, angka kematian akibat infeksi ini dapat melebihi 40%.
 
Baca Juga:
Heboh Wabah Hantavirus, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
 

Publik Diimbau Tidak Perlu Khawatir

Melansir laporan BBC, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa pada tahap ini "risiko kesehatan terhadap masyarakat tetap rendah".

Wabah tersebut masih terisolasi di dalam kapal MV Hondius. Berdasarkan data dari cruisemapper.com yang dipantau pada jam 09.30 WIB, kapal tersebut saat ini sedang berada di perairan Afrika Barat dalam perjalanan menuju Praia.

Sebelumnya, melansir Xinhua, pemimpin pemerintah regional Kepulauan Kenari, Spanyol, Fernando Clavijo, pada Rabu, 6 Mei 2026 menolak izin sandar kapal tersebut di wilayahnya.

Hingga berita ini disusun, dilaporkan tiga penumpang di atas MV Hondius telah meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya yang menunjukkan gejala serupa telah dievakuasi dari kapal untuk mendapatkan perawatan medis intensif di Belanda.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)