BPMP Aceh Gandeng Sekolah Sukma Bangsa Gelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam

BPMP Aceh gandeng Yayasan Sukma Bangsa dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam. Foto: Istimewa

BPMP Aceh Gandeng Sekolah Sukma Bangsa Gelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Fajri Fatmawati • 8 May 2026 21:21

Aceh: Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh menggandeng Yayasan Sukma Bangsa dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan penilaian yang diikuti 80 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Mei 2026 itu menghadirkan tim pelatih dari Sekolah Sukma Bangsa (SSB) untuk berbagi praktik baik penerapan pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan sekolah.

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa, Satia P. Zen, mengatakan, pelatihan tersebut mengusung tema implementasi Pembelajaran Mendalam berbasis pengalaman SSB dengan pendekatan yang menempatkan peserta ikut mengalami langsung proses pembelajaran.

“Prinsip mindful, meaningful, dan joyful tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga dialami langsung oleh peserta melalui strategi pelatihan yang diterapkan selama kegiatan berlangsung,” kata Satia, Jumat, 8 Mei 2026.


BPMP Aceh gandeng Yayasan Sukma Bangsa dalam pelatihan Pembelajaran Mendalam. Foto: Istimewa

Ia menjelaskan, pelatihan turut menekankan pentingnya keselarasan antara tujuan belajar, strategi pembelajaran, dan asesmen. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pendekatan pembelajaran inkuiri melalui berbagai metode seperti class project, school visit, dan guest teacher yang selama ini diterapkan di SSB.

Menurut Satia, kebijakan sekolah juga menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam. Di lingkungan SSB, sejumlah kebijakan seperti kurikulum terpadu, forum guru belajar, hingga strategi instruksional khas sekolah diterapkan secara menyeluruh oleh seluruh tenaga pendidik.

“Contoh-contoh yang kami bagikan berbasis pengalaman nyata di SSB sehingga lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam konteks kelas maupun sekolah,” ujarnya.

Peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, serta pengawas sekolah memberikan apresiasi terhadap pola pelatihan yang dinilai interaktif dan inspiratif. Mereka menilai metode fasilitasi, permainan edukatif, serta suasana pelatihan mampu memberikan pengalaman baru yang dapat diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

Satia menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta masih menghadapi tantangan dalam menyusun tujuan pembelajaran berbasis kebutuhan siswa dan konteks lingkungan sekitar.

“Keselarasan antara tujuan, kompetensi, indikator, dan asesmen masih perlu diperkuat. Ini akan menjadi perhatian dalam pelatihan PM berikutnya,” tutur Satia.

"Ke depan saya bersama dengan beberapa teman-teman akan melakukan workshop pendalaman CP, SV dan GT di sekolah kita dengan berbasis keselarasan instruksional.  Untuk itu  guru SSB perlu memiliki  portofolio," ungkap Satia.

Ia menjelaskan, Tim manajemen dan SMT juga akan melakukan supervisi berjenjang di sekolah dalam proses pengajaran.

"Orientasi supervisi perlu diubah dari evaluasi menjadi asistensi, sehingga hasilnya dapat menjadi basis dari peningkatan pengajaran dengan mengambil pola lesson study, misalnya. Tema yg muncul dr supervisi dan diskusi setelah supervisi inilah yang dijadikan basis dalam forum guru belajar," jelas Satia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)