Dua Korban Hilang Banjir Bandang Pulau Siau Masih Dicari

Tim SAR gabungan menggunakan excavator untuk mencari dua korban hilang setelah Kelurahan Bahu dihempas banjir bandang pada Senin (5/1) dini hari. ANTARA/HO-Basarnas Sulut

Dua Korban Hilang Banjir Bandang Pulau Siau Masih Dicari

Lukman Diah Sari • 8 January 2026 18:50

Manado: Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dua korban yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Memasuki hari keempat pascabencana, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif di sejumlah titik.

Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengatakan operasi pencarian dilakukan mulai dari titik terakhir keberadaan korban atau last known position* (LKP) hingga ke wilayah pesisir.

"Tim SAR gabungan terus melaksanakan pencarian, di mana operasi pencarian dilakukan mulai dari Last Known Position (LKP) rumah korban hingga ke wilayah pesisir," kata Nuriadin di Manado, Kamis, 8 Januari 2026, melansir Antara.

Ia menyebutkan, dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Andris Pianaung dan Leonel Pianaung. Keduanya merupakan warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.

Upaya pencarian dilakukan secara maksimal melalui penyisiran manual serta pemanfaatan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup akses dan diduga menimbun korban.

Tim SAR gabungan menggunakan excavator untuk mencari dua korban hilang setelah Kelurahan Bahu dihempas banjir bandang pada Senin (5/1) dini hari. ANTARA/HO-Basarnas Sulut

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat setempat, hingga keluarga korban. "Hingga pelaksanaan operasi SAR hari ini, korban masih belum ditemukan," ujar dia.

Tim SAR gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Jumat, 9 Kamiaro 2026, sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Banjir bandang yang menerjang Pulau Siau menyebabkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia, dua orang masih dinyatakan hilang, sejumlah rumah rusak, serta ratusan warga terpaksa mengungsi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)