Optimisme Awal 2026, IHSG Ditutup Naik 1,17 Persen

Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Susanto.

Optimisme Awal 2026, IHSG Ditutup Naik 1,17 Persen

Ade Hapsari Lestarini • 2 January 2026 17:46

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar pada awal 2026.

IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.

"Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 2 Januari 2026.

Sementara dari dalam negeri, S&P Global melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Desember 2025 berada di level 51,2, atau lebih rendah dari sebelumnya 53,3 pada November 2025.

Pada hari ini, sejumlah pejabat bidang pasar modal di Tanah Air, melangsungkan seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme berbagai sentimen dapat mendorong IHSG menembus level 10 ribu pada tahun ini.
 


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

Menanti risalah The Fed


Di sisi lain, pada pekan depan, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi dan neraca perdagangan periode Desember 2025. Dari mancanegara, pelaku pasar mempertimbangkan risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan terkait waktu pemangkasan suku bunga pada 2026, meski The Fed tetap mempertahankan bias pelonggaran.

Pelaku pasar memiliki pandangan risalah The Fed menunjukkan keterbukaan yang meningkat terhadap pemotongan suku bunga, apabila inflasi terus mereda, meskipun para pembuat kebijakan tetap terpecah pendapat mengenai waktu dan skalanya.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 6,37 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 3,61 persen dan 3,61 persen. Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,14 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun 1,14 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LEAD, PJHB, HUMI, TRUE dan TMAS. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GMFI, LMAX, CINT, PUDP dan AWAN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.127.022 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,14 miliar lembar saham senilai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 saham naik 200 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng menguat 707,93 poin atau 2,76 persen ke posisi 26.338,47, dan indeks Straits Times menguat 9,91 poin atau 0,21 persen ke 4.656,12. Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) dan indeks Shanghai (Tiongkok) masih libur memperingati Tahun Baru 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)