Ilustrasi. Foto: dok RedDoorz.
Mobilitas Tinggi, Makassar Jadi Lahan Subur Bisnis Hotel
Ade Hapsari Lestarini • 25 May 2026 17:58
Jakarta: Kota Makassar semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri pariwisata dan bisnis di Indonesia Timur. Pertumbuhan mobilitas bisnis yang tinggi, didukung pembangunan infrastruktur yang masif dan meningkatnya kunjungan wisatawan, mendorong tingginya permintaan akomodasi di kota tersebut.
Platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, RedDoorz, melihat Makassar sebagai salah satu kota dengan potensi bisnis perhotelan yang terus berkembang secara konsisten. Sepanjang 2025, RedDoorz mencatat total booking dari seluruh mitra properti RedDoorz dan multi-brand di Makassar mencapai lebih dari 64 ribu booking.
"Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub bisnis utama di kawasan timur Indonesia. Selain menjadi titik temu pelaku bisnis dari wilayah barat dan timur Indonesia, kota ini juga didukung konektivitas yang sangat baik melalui Bandara Sultan Hasanuddin yang memiliki frekuensi penerbangan tertinggi di Indonesia Timur," ujar General Manager West Area RedDoorz, Yohana Purba, dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Yohana, tingginya aktivitas perjalanan bisnis ke Makassar turut memengaruhi karakteristik permintaan akomodasi. Berdasarkan data RedDoorz, sebanyak 93 persen total pemesanan akomodasi di Makassar dilakukan secara last minute, baik pada hari yang sama maupun satu hari sebelum check-in. Selain itu, 96 persen tamu menginap dengan durasi singkat atau short stay selama 1-2 malam saja.
"Pola ini menunjukkan kebutuhan akomodasi di Makassar sangat dipengaruhi oleh mobilitas bisnis yang cepat dan dinamis. Karena itu, teknologi distribusi digital dan optimasi harga berbasis AI menjadi penting untuk membantu hotel menangkap peluang pasar secara real-time," tambah dia.
Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia Timur juga terlihat melalui berbagai pembangunan infrastruktur strategis. Peresmian Makassar Government Center (MGC) menjadi simbol transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan terintegrasi bagi masyarakat maupun investor.
Selain itu, pembangunan Jalan Multi Years Project (MYP) yang dimulai sejak April 2026 bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan penyangga dengan pusat kota. Sementara pembangunan Jembatan Barombong diharapkan dapat memperlancar mobilitas sekaligus mengurai kemacetan menuju kawasan pesisir selatan Makassar.

Pertumbuhan sektor pariwisata jadi faktor penopang permintaan akomodasi
Di sisi lain, pertumbuhan sektor pariwisata juga menjadi faktor yang turut menopang permintaan akomodasi. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Makassar, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Makassar pada 2025 mencapai 6,18 juta kunjungan atau meningkat 12,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengembangan destinasi seperti Pulau Lanjukang, Samalona, dan Sungai Tallo pun akan menjadi penguat daya tarik wisata Makassar pada 2026. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan melalui beragam pilihan aktivitas wisata yang ditawarkan.
Melihat potensi tersebut, RedDoorz terus memperkuat ekspansi dan kemitraannya di Makassar sebagai bagian dari strategi pengembangan di Indonesia Timur. Saat ini, RedDoorz telah bekerja sama dengan 48 mitra properti di Makassar untuk memenuhi kebutuhan akomodasi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis. Bagi pemilik properti, pertumbuhan permintaan akomodasi ini juga berdampak positif terhadap performa bisnis hotel. Salah satu mitra properti RedDoorz di Makassar, RedDoorz Plus @ Harvest Inn Panakkukang Makassar, mencatat performa okupansi yang konsisten sejak bergabung bersama RedDoorz pada 2020.
"Bekerja sama dengan RedDoorz memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas pendapatan hotel. Selain itu, pengelolaan hotel menjadi lebih profesional, terutama dari sisi visibilitas properti dan pemasaran digital berbasis teknologi," ujar Pemilik RedDoorz Plus @ Harvest Inn Panakkukang Makassar, Venesia.
Selain memperkuat kemitraan dengan pemilik hotel, RedDoorz juga melihat potensi besar model bisnis leasing di Makassar seiring tingginya dan konsistennya permintaan akomodasi di kota tersebut. Salah satu contohnya terlihat dari performa RedDoorz @ Graha Cemerlang Maros, properti yang berada di kawasan menuju Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah dikelola secara penuh oleh RedDoorz melalui skema leasing, properti tersebut berhasil mencatat rata-rata okupansi di atas 80 persen.
Melihat performa positif tersebut, RedDoorz menilai Makassar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis perhotelan di Indonesia Timur. Saat ini, RedDoorz juga tengah menjajaki berbagai pipeline mitra properti baru yang akan dikelola langsung oleh RedDoorz di kawasan Makassar guna menangkap pertumbuhan permintaan akomodasi yang diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
"Kami optimis Makassar akan terus berkembang sebagai pusat bisnis dan destinasi strategis di Indonesia Timur. RedDoorz berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pemilik hotel untuk menangkap peluang pertumbuhan yang semakin besar di kota ini," jelas Yohana.