Pemerintah Beri Insentif Pariwisata Guna Hadapi Dinamika Geopolitik

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan pre-statement usai menghadiri acara Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Pemerintah Beri Insentif Pariwisata Guna Hadapi Dinamika Geopolitik

Achmad Zulfikar Fazli • 20 May 2026 21:56

Jakarta: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pemerintah telah memberi insentif terhadap beberapa aspek pariwisata guna menghadapi dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah.

"Tentu krisis energi ini berdampak pada meningkatnya harga avtur. Kementerian Pariwisata bekerja sama degan kementerian lainnya untuk memberikan insentif seperti insentif diskon pesawat kelas ekonomi, PPN-nya ditanggung oleh pemerintah," kata Widiyanti usai menghadiri Rakornas Pariwisata di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.

Widiyanti menyebut pemerintah telah memberikan pembebasan bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi nol persen. Sehingga, diharapkan dapat membantu industri penerbangan dapat sedikit meredam biaya yang dikeluarkan.

Adapun insentif seperti diskon pesawat untuk kursi di kelas ekonomi diharapkan dapat membantu wisatawan lebih nyaman bepergian dengan harga yang masih terjangkau.

"Kita harus siasati bagaimana mengisi (kekurangan akibat krisis) dari Timur Tengah," kata dia.

Dia menyebut Kementerian Pariwisata juga sedang menargetkan wisatawan berkualitas yang tidak terdampak pada peningkatan biaya berwisata dan ingin mendapatkan pengalaman bermakna.

"Bukan hanya melihat pantai atau gunung, tapi bagaimana mereka bisa bertemu dengan komunitas. Apalagi Indonesia sangat terkenal karena masyarakatnya sangat ramah, jadi kami tentu bekerja keras untuk memberikan insentif, sehingga wisatawan-wisatawan yang berjalan di industri airlines juga bisa mendapatkan keringanan dan kami akan terus mengupayakan dan tentu akan mengumumkan berikutnya,” ujar dia.

Baca Juga: 

Komisi VII DPR Dukung Penguatan Budaya di Danau Toba



Plt. Deputi Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani Mustafa saat ditemui ANTARA usai mengikuti Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Di samping itu, Plt. Deputi Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menilai menguatnya dolar saat ini dapat menjadi momentum baik bagi pariwisata di Indonesia apabila dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Ini harus kita pikirkan, karena kenaikan harga avtur tentunya berdampak pada kenaikannya harga untuk berwisata, jadi saya pikir ini perlu dibahas sebenarnya," ucap dia.

Rizki menilai meski di sisi lain hal tersebut melemahkan rupiah, sebenarnya situasi ini dapat meningkatkan destinasi wisata di Indonesia jadi lebih dapat bersaing dengan negara lain.

"Kita menjadi lebih kompetitif karena harga menjadi lebih affordable (terjangkau). Saya tidak mau bilang murah ya, tapi affordable sebenarnya. Ini malah sebagai kekuatan kalau menurut saya. Kita mempunyai affordability yang lebih kuat dibandingkan negara lain. Jadi kalau dari aspek penguatan, dari aspek dari segi pembelajaan usahawan," kata Rizki.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)