Komisi VII DPR Dukung Penguatan Budaya di Danau Toba

Danau Toba. Foto: Dok. Kemenpar.

Komisi VII DPR Dukung Penguatan Budaya di Danau Toba

Anggi Tondi Martaon • 19 May 2026 23:47

Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan penguatan budaya di Danau Toba harus dilakukan. Pasalnya, danau vulkanik terbesar di dunia itu dinilai tidak bisa hanya mengandalkan panorama alam untuk menarik wisatawan.

Hal itu disampaikan Lamhot saat menerima kunjungan Ketua Umum Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI), Charlie Hutasoit. Kedua belah pihak membahas gelaran Tona Sian Huta – Opera dan Konser Musik yang akan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Lamhot menilai bahwa gelaran Tona Sian Huta bukan sekadar pertunjukan seni. Melainkan langkah strategis untuk menguatkan identitas budaya sebagai fondasi pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.

“Tona Sian Huta adalah bukti bahwa budaya Batak bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi nafas utama yang harus menjadi penggerak pariwisata Danau Toba ke depan. Kita ingin wisatawan datang bukan hanya melihat danau, tetapi merasakan jiwa kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Lamhot melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pengembangan destinasi super prioritas seperti Danau Toba membutuhkan agenda budaya berskala besar yang rutin digelar. Hal itu perlu dilakukan untuk menciptakan alasan kuat bagi wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di daerah.

Lamhot mengungkapkan sektor pariwisata memiliki efek domino yang luas terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata. Oleh karena itu, event budaya seperti Tona Sian Huta harus dilihat sebagai investasi sosial dan ekonomi, bukan sekadar hiburan.

“Setiap pertunjukan besar akan menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif lokal. Inilah model pembangunan yang berbasis budaya tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Lamhot.

Dalam pagelaran tersebut, penonton akan disuguhkan perpaduan opera Batak, konser musik, pertunjukan seni tradisional, serta sajian visual modern yang dikemas untuk menjangkau generasi muda. Konsep ini dirancang agar kebudayaan Batak dapat tampil lebih segar tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

Selain panggung utama, penyelenggara menghadirkan tenant UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal. Mulai dari kuliner khas Batak, ulos, kriya, hingga kerajinan tangan masyarakat sekitar kawasan Danau Toba.

Wakil Ketua Komis VII DPR, Lamhot Sinaga, dan Ketum PARBI, Charlie Hutasoit. Foto: Istimewa.

Lamhot juga menyebut keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari acara tersebut. Menurut dia, budaya tidak bisa dipisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika budaya dipentaskan, maka produk lokal juga harus mendapat ruang untuk berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum PARBI, Charlie Hutasoit, mengatakan Tona Sian Huta lahir dari keinginan untuk menghadirkan kebanggaan kolektif masyarakat Batak terhadap tanah leluhurnya. Menurut dia, Tapanuli Utara memiliki posisi penting dalam sejarah kebudayaan Batak, sehingga sangat layak menjadi tuan rumah pergelaran besar yang menyatukan seni, musik, dan tradisi dalam satu panggung kolosal.

“Tona Sian Huta kami hadirkan sebagai gerakan kebudayaan. Ini bukan hanya konser, tetapi momentum menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap budaya Batak dan menjadikannya kekuatan ekonomi yang nyata,” ujar Charlie.

Charlie mengatakan, pihaknya juga menargetkan kehadiran diaspora Batak dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Kehadiran diaspora dinilai penting untuk mempererat ikatan emosional dengan kampung halaman sekaligus memperluas promosi pariwisata Danau Toba secara organik.

Menurut Charlie, selama ini masyarakat Batak memiliki kekuatan jejaring diaspora yang besar. Jika potensi itu disatukan melalui event budaya, maka promosi pariwisata Sumatera Utara akan jauh lebih efektif.

Acara Tona Sian Huta juga mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan budaya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Penyelenggara berharap Tona Sian Huta dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender event budaya unggulan Sumatra Utara. Dengan skala pertunjukan yang besar, acara ini diyakini dapat memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang autentik.

Tiket Tona Sian Huta telah tersedia melalui platform LOKET.COM dan dapat diakses melalui kode QR pada materi promosi resmi. Panitia juga membuka layanan informasi melalui WhatsApp untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mendapatkan akses pembelian tiket.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)