Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4 km pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter
Whisnu Mardiansyah • 22 June 2026 10:35
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi pada Senin pagi, 22 Juni 2026. Tinggi letusan tercatat mencapai 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulisnya menyampaikan erupsi pertama terjadi pada pukul 06.50 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 122 detik. Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.57 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 22 Juni 2026, pukul 07.57 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut," kata Mukdas di Lumajang, seperti dilansir Antara, Senin, 22 Juni 2026.
Kolom abu pada erupsi kedua teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 170 detik.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
.jpeg)
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (18/6/2026) petang. ANTARA/HO-PVMBG
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.