Warga Lebak Diimbau Waspada Banjir dan Longsor Susulan

Sejumlah orang berjalan di genangan air di pemukiman warga Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dampak curah hujan tinggi. ANTARA/Mansur

Warga Lebak Diimbau Waspada Banjir dan Longsor Susulan

Silvana Febiari • 14 January 2026 12:36

Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mengimbau warga waspada terhadap banjir dan longsor susulan. Peringatan ini dikeluarkan karena prakiraan curah hujan diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"Bencana alam selama dua hari Minggu (11 Januari) dan Senin (12 Januari) mengakibatkan ratusan rumah terendam, puluhan longsor dan seorang meninggal terseret Sungai Cimadur," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Januari 2026.

BPBD Lebak telah menyampaikan peringatan dini mengenai kewaspadaan bencana alam melalui aparat kecamatan, desa, kelurahan, relawan, dan masyarakat. Peringatan ini diharapkan ditindaklanjuti sebagai langkah untuk mengurangi risiko bencana.
 


Pihaknya juga menyatakan risiko banjir dan longsor masih tetap ada. Meskipun air di berbagai lokasi sudah mulai surut, curah hujan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih berpotensi dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Kami minta peringatan kewaspadaan dapat dipatuhi agar tidak menimbulkan korban jiwa," ujar Sukanta. 

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang curah hujan cukup tinggi melanda wilayah setempat pada siang, sore, malam, hingga dini hari. Hal itu berpotensi menimbulkan banjir bandang dan tanah longsor, bahkan wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang pagi ini.

"Kami minta warga yang berada di aliran sungai dan kaki gunung agar waspada banjir dan longsor," ungkap Sukanta.


Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta. ANTARA/Mansyur


Sejumlah warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mengaku tetap waspada terhadap banjir susulan meski aliran sungai mulai berangsur surut. Perkampungan mereka sebelumnya sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

"Kami mesti sudah kembali ke rumah, namun tetap waspada banjir, karena curah hujan masih berpeluang dengan intensitas sedang dan lebat," kata Mulyadi, warga Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)