Bali Zoo Hentikan Program Gajah Tunggang Demi Kesejahteraan Satwa

Ilustrasi - Gajah sumatera menikmati pelepah pohon kelapa sembari berendam di kolam salah satu lembaga konservasi di Bali, Kamis, 15 Januari 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Bali Zoo Hentikan Program Gajah Tunggang Demi Kesejahteraan Satwa

Silvana Febiari • 15 January 2026 12:47

Gianyar: Lembaga konservasi Bali Zoo menghentikan program gajah tunggang. Keputusan ini diambil untuk memperkuat kesejahteraan satwa.

“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama kami,” kata Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Bali Zoo Emma Kristiana Chandra di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.

Penyetopan aktivitas tersebut mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Hal ini dilakukan untuk mematuhi aturan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), yang menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi.
 


Dalam proses penghentian permanen program tersebut, pihak Bali Zoo berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali. "Kebijakan ini diambil untuk mendukung pengelolaan gajah yang lebih baik dan memastikan standar perawatan terus ditingkatkan," tambahnya.

Pengelola lembaga konservasi tersebut menilai bahwa penghentian program ini akan memberikan waktu dan ruang yang lebih baik bagi gajah. Hal ini memungkinkan gajah untuk menjalani perilaku alami, interaksi sosial, serta program perawatan dan pengayaan yang mendukung kesejahteraan satwa.

Sebagai gantinya, Bali Zoo akan fokus pada perawatan harian gajah, edukasi konservasi kepada masyarakat, serta pengembangan pengalaman pengunjung. Tujuannya untuk meningkatkan pembelajaran dan kepedulian terhadap satwa.

Objek wisata Bali Zoo memiliki 14 individu Gajah Sumatra dalam koleksinya. Gajah-gajah tersebut terdiri dari 10 betina dan empat jantan.


Gajah bernama Yulia melahirkan anak pada 4 Desember 2025, pukul 23.25 WIB. Foto: Antara/HO-Kementerian Kehutanan.


Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, mengapresiasi inisiatif lembaga konservasi seluas 12 hektare tersebut. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah positif dalam menindaklanjuti SE dari Kemenhut.

“Kami berikan apresiasi kepada Bali Zoo yang berinisiatif dan berkomitmen untuk menghentikan gajah tunggang per 1 Januari 2026,” ucap Hendratmoko dikonfirmasi secara terpisah.

Berdasarkan data BKSDA Bali, terdapat 13 lembaga konservasi di Pulau Dewata, lima di antaranya mengelola Gajah Sumatra. Total jumlah Gajah Sumatra yang dikelola di lima lembaga konservasi tersebut mencapai 83 individu.

Hendratmoko meminta lembaga konservasi lain di Bali untuk melakukan hal serupa. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan kesejahteraan satwa gajah dan satwa lain secara umum.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)