Rektor UII Yogyakarta Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Rektor UII Yogyakarta Tolak Pilkada Lewat DPRD

Ahmad Mustaqim • 13 January 2026 22:11

Yogyakarta: Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Fathul Wahid mengatakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebaiknya tetap digelar karena melibatkan partisipasi publik. Menurutnya, masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk menentukan siapa yang layak memimpin daerahnya.

"Saya lebih suka pilkada. Mengapa? Karena disitu kedaulatan rakyat dihargai. Rakyat bisa memilih pemimpinnya sendiri. Jika rakyat bisa memilih pemimpinnya sendiri, maka memiliki tanggung jawab kepada yang memilih, siapa itu? Rakyat," kata Fathul Wahid di Yogyakarta, Selasa, 13 Januari 2026. 

Fathul menyampaikan hal itu untuk menanggapi wacana penyelenggaraan Pilkada melalui DPRD. Ia menegaskan, sistem seperti itu akan mengabaikan suara masyarakat.
 


"Tetapi kalau dibajak pemilihan melalui DPRD, maka kami khawatir kedaulatan rakyat mulai terkurangi dan pemimpin seakan-akan bertanggung jawab kepada pemimpin DPRD saja, bukan kepada rakyat yang memilih," ujarnya. 

Fathul tidak berspekulasi apakah sistem itu akan diterapkan. Sebab, Indonesia pernah menggunakan sistem serupa dan menimbulkan banyak persoalan.

"Sangat mungkin diarahkan ke sana karena kita sudah pernah pada masa seperti itu dan kita juga tahu masa demokrasi bukan soal reduksi soal biaya. Kalau itu alasannya tinggal ditunjuk saja oleh negara," ucapnya. 


Ilustrasi. Medcom


Fathul menyoroti upaya mengurangi peran dan suara masyarakat dalam berdemokrasi. Ia menilai kedaulatan rakyat seharusnya diwujudkan melalui Pilkada langsung.

"Tidak sulit mengatakan bahwa ini adalah suatu kemunduran dan akan mungkin pembajakan karena hak yang selama ini dipegang oleh rakyat tiba-tiba akan dihilangkan," tandasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)