Pemburu Madu Hutan Dilibatkan dalam Operasi Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat ATR Indonesia Air Transport

Pencari madu hutan dilibatkan pencarian pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport. Metro TV

Pemburu Madu Hutan Dilibatkan dalam Operasi Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat ATR Indonesia Air Transport

20 January 2026 11:38

Makassar: Memasuki hari keempat, proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, melibatkan belasan warga lokal yang berprofesi sebagai pencari madu hutan. Pelibatan warga dilakukan untuk mempercepat pencarian di medan ekstrem berupa jurang curam dan hutan lebat.

Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi korban pada Selasa, 20 Januari 2026. Operasi kali ini melibatkan sekitar 17 warga lokal yang dinilai sangat memahami karakter medan pegunungan, termasuk jalur-jalur terjal dan jurang curam yang sulit dijangkau personel SAR.

“Sekarang ada tujuh tim yang dibentuk, dua tim evakuasi, lima tim pencari. Satu tim berjumlah dua puluh lima sampai tiga puluh orang. Warga lokal enam belas orang tersebar ke tujuh tim tersebut. Cuaca tidak memungkinkan untuk evakuasi udara, jadi kita fokuskan evakuasi darat,” kata Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Selasa, 20 Januari 2026.

Proses evakuasi korban dari dasar jurang sebenarnya telah dilakukan sejak sehari sebelumnya menggunakan teknik tali rapelling. Kendala utama adalah medan yang sangat sulit, jurang dalam, serta pandangan terbatas akibat kabut tebal dalam perjalanan menuju jalur pendakian di area puncak gunung. Cuaca ekstrem juga membuat evakuasi udara tidak memungkinkan. Oleh karena itu, Tim SAR Gabungan memfokuskan seluruh upaya evakuasi melalui jalur darat.
 


Selain melibatkan warga lokal, Tim SAR Gabungan juga mengerahkan personel tambahan hingga ratusan orang. Pemetaan medan telah dilakukan, dan wilayah pencarian didominasi jurang serta lereng curam.

Untuk menjamin keselamatan seluruh personel, Tim SAR telah menyiapkan berbagai kebutuhan logistik. Kebutuhan itu meliputi ransum, obat-obatan, perlengkapan keselamatan, hingga mantel dan perlengkapan khusus untuk kemungkinan bermalam di puncak gunung. Keterlibatan warga lokal dinilai sangat membantu proses pencarian. Mereka telah terbiasa menyusuri hutan dan medan terjal saat mencari madu hutan.


Puing pesawat AT 42-500 ditemukan personel tim SAR di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AD

“Kami ditugaskan untuk membantu proses pencarian korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung. Sehari-hari saya mencari madu hutan. Tugas saya nanti di lereng gunung, di sekitar lokasi ekor pesawat,” kata Basri, salah satu warga lokal yang juga pencari madu hutan.

Hingga hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal menembus medan ekstrem demi mengevakuasi seluruh korban. Upaya itu dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah cuaca yang masih tidak menentu. (Achmad Fachmi)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)