Mengenal 6 Tokoh di Balik Hari Kebangkitan Nasional

Ilustrasi Medcom.id

Mengenal 6 Tokoh di Balik Hari Kebangkitan Nasional

Putri Purnama Sari • 20 May 2026 15:16

Jakarta: Setiap tanggal 20 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sebuah momen penting yang menandai lahirnya kesadaran nasional dan semangat persatuan bangsa.

Peringatan ini merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 oleh para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Organisasi tersebut menjadi tonggak awal munculnya gerakan modern yang memperjuangkan kemajuan bangsa melalui pendidikan, persatuan, dan kesadaran kebangsaan.

Di balik lahirnya Hari Kebangkitan Nasional, terdapat sejumlah tokoh penting yang memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan.

Berikut enam tokoh Hari Kebangkitan Nasional yang berjasa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

1. Dr. Soetomo

Soetomo dikenal sebagai salah satu tokoh utama di balik berdirinya Boedi Oetomo. Saat organisasi tersebut dibentuk, ia masih berstatus mahasiswa STOVIA.

Bersama rekan-rekannya, Dr. Soetomo mendorong lahirnya gerakan yang fokus pada pendidikan, persatuan, dan peningkatan derajat bangsa Indonesia. Perannya menjadikan Boedi Oetomo sebagai awal kebangkitan nasional Indonesia.

2. Wahidin Soedirohoesodo

Wahidin Soedirohoesodo merupakan sosok yang lebih dahulu memperjuangkan pentingnya pendidikan bagi masyarakat pribumi sebelum lahirnya Boedi Oetomo.

Ia berkeliling Pulau Jawa untuk mengajak masyarakat dan kaum bangsawan membantu menyediakan dana beasiswa bagi pelajar Indonesia agar dapat memperoleh pendidikan yang layak. Gagasannya kemudian menginspirasi lahirnya Boedi Oetomo.

3. Ki Hajar Dewantara


Ki Hajar Dewantara sedang menulis. (Pranata, 1959)

Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional sekaligus pendiri Taman Siswa. Ia memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dan aktif dalam pergerakan nasional melawan penjajahan Belanda.

Ki Hajar Dewantara juga dikenal lewat semboyannya yang sangat populer, yakni “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.” Selain bergerak di bidang pendidikan, ia kerap menulis kritik terhadap pemerintah kolonial melalui surat kabar hingga akhirnya diasingkan ke Belanda.

4. Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan tokoh yang terkenal kritis terhadap ketidakadilan pemerintahan kolonial Belanda. Ia aktif memperjuangkan kesetaraan hak bagi rakyat Indonesia dan menjadi salah satu pendiri Indische Partij bersama tokoh pergerakan lainnya.

Selain dikenal sebagai pejuang nasional, ia juga dijuluki “Dokter Rakyat” karena kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat.

5. Douwes Dekker

Douwes Dekker atau yang dikenal juga dengan nama Danudirja Setiabudi merupakan tokoh keturunan Indo-Eropa yang berpihak kepada perjuangan rakyat pribumi.

Bersama Ki Hajar Dewantara dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij, organisasi politik pertama yang secara terbuka menyerukan kemerdekaan Indonesia. Melalui organisasi tersebut, Douwes Dekker berupaya membangun semangat nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia.

6. HOS Tjokroaminoto

HOS Tjokroaminoto dikenal sebagai tokoh besar yang memiliki pengaruh kuat terhadap banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia aktif memimpin Sarekat Islam dan dikenal lewat pidato-pidatonya yang mampu membakar semangat perjuangan rakyat melawan penjajahan.

HOS Tjokroaminoto juga menjadi guru bagi sejumlah tokoh nasional seperti Soekarno, Musso, dan Kartosuwiryo.
 

Perjuangan para tokoh Hari Kebangkitan Nasional menjadi bukti bahwa persatuan, pendidikan, dan semangat kebangsaan memiliki peran penting dalam membangun Indonesia.

Semangat yang diwariskan para tokoh tersebut masih relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan global dan membangun masa depan bangsa yang lebih maju.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)