Antisipasi Wabah Ebola, Rwanda Terapkan Karantina Wajib bagi Pelancong asal Kongo

Petugas menangani wabah Ebola dengan menggunakan Alat Pelindung Diri. (Anadolu Agency)

Antisipasi Wabah Ebola, Rwanda Terapkan Karantina Wajib bagi Pelancong asal Kongo

Dimas Chairullah • 23 May 2026 10:58

\Kigali: Rwanda memperketat pembatasan masuk bagi pelancong dari Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) menyusul meluasnya wabah Ebola di negara tetangga tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada Jumat waktu setempat, Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan seluruh warga Rwanda maupun penduduk asing yang tiba dari Kongo dalam 30 hari terakhir wajib menjalani karantina sesuai protokol kesehatan.

Sementara itu, warga negara asing non-residen yang memiliki riwayat perjalanan atau transit melalui Kongo dalam 30 hari terakhir akan ditolak masuk ke Rwanda.

Dikutip dari Anadolu, Sabtu, 23 Mei 2026, langkah tersebut diambil setelah wabah Ebola yang diumumkan di Provinsi Ituri pada 15 Mei lalu dilaporkan menyebar hingga Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat sekitar 750 kasus dugaan Ebola dan 177 kematian.

Dari jumlah tersebut, setidaknya 82 kasus positif dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di DR Kongo.

Rwanda Perketat Pengawasan Perbatasan

Dampak wabah juga mulai dirasakan negara sekitar. Uganda melaporkan dua kasus impor yang melibatkan warga negara Kongo dan menangguhkan seluruh penerbangan dari dan menuju DR Kongo.

Meski berbatasan langsung dengan wilayah terdampak, Rwanda menyatakan belum menemukan kasus Ebola di negaranya.

Kementerian Kesehatan Rwanda menegaskan negara tersebut tetap aman dikunjungi, sambil meminta masyarakat dan pelancong meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kebersihan.

Pemerintah Rwanda juga memperkuat pemeriksaan kesehatan di perbatasan darat dengan DR Kongo serta memperketat pengawasan di Bandara Internasional Kigali.

WHO sebelumnya menetapkan wabah Ebola yang dipicu strain Bundibugyo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Presiden DR Kongo Felix Tshisekedi pada Rabu lalu menyerukan penguatan respons multisektoral untuk menekan penyebaran wabah dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Baca juga:  Massa Bakar Tenda Perawatan Ebola di Kongo Akibat Rebutan Jenazah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)