Ilustrasi freepik
Tips Mitigasi Bencana Tsunami yang Perlu Diketahui
Putri Purnama Sari • 3 April 2026 12:58
Jakarta: Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,6 telah mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Lalu setelahnya tercatat dua gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pukul 06.12 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari menjelaskan bahwa pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. Dengan ini, gempa susulan yang berpusat di laut itu tidak berpotensi tsunami tetapi masyarakat tetap harus waspada.
Gempa bumi dan tsunami memiliki keterkaitan erat dikarenakan hampir 90 persen tsunami dipicu oleh gempa bumi tektonik yang terjadi di bawah laut. Dengan adanya gempa di dasar laut, terjadi subduksi yaitu pergerakan sesar naik atau sesar turun sehingga satu lempeng tektonik bergerak vertikal dan mendorong air di atasnya. Biasanya gempa dengan magnitudo 6,5-7,0 berpotensi terjadinya tsunami.
Tsunami merupakan bencana yang sangat besar dan menimbulkan berbagai dampak, salah satunya korban jiwa massal serta kerusakan bangunan atau fasilitas yang ada pada wilayah tersebut.
Oleh karena dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan beberapa tips mitigasi untuk menghadapi tsunami. Edukasi ini sangatlah diperlukan untuk seluruh masyarakat, khususnya di wilayah yang rentan terhadap bencana ini.
Tips Mitigasi Bencana Tsunami
Dilansir dari laman media sosial, BMKG memberi tiga langkah tanggap tsunami, yaitu:1. Tanggap Gempa bumi
Masyarakat haruslah waspada akan adanya gempa bumi, terutama yang lebih dari 1 menit dikarenakan berpotensi tsunami. Jauhi pantai dan tepi sungai lalu bisa segera mengecek informasi di Internet terkait situasi yang sedang terjadi.
2. Tanggap Peringatan
Jika sudah terdengar bunyi sirine peringatan, kentongan, pemberitaan pada media, atau peralatan lain yang sudah disepakati wilayah setempat segeralah melakukan evakuasi. Cari tempat yang tinggi dan aman dan apabila gelombang pertama yang datang telah surut, janganlah segera turun ke tempat yang rendah.
Masyarakat bersama lingkungan RT, RW, dan kelurahan harus membuat rencana kedaruratan keluarga seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta bantuan kedaruratan.
3. Tanggap Evakuasi
Masyarakat bersama lingkungan RT, RW, dan kelurahan harus membuat rencana kedaruratan keluarga seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta bantuan kedaruratan. BMKG juga meminta masyarakat harus berpartisipasi dalam simulasi evakuasi.
Pastikan untuk selalu mengecek status bencana dari BMKG melalui berita pada stasiun televisi, media sosial, radio dan lain-lain. Tetap mengutamakan keselamatan Anda dengan menjauhi area yang tergenang, rusak, wilayah air yang bergerak, jaringan listrik dan pipa gas, serta saat memasuki gedung.
Jika terjadi luka yang serius, segera ke pos keselamatan terdekat agar kesehatan serta keselamatan keluarga menjadi hal yang utama.