Kemenhut Aktifkan Posko Darurat Karhutla di Kalbar, Antisipasi Godzilla El Nino

Gedung Kementerian Kehutanan. Foto: Istimewa.

Kemenhut Aktifkan Posko Darurat Karhutla di Kalbar, Antisipasi Godzilla El Nino

Atalya Puspa • 4 April 2026 09:27

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Pos Komando (Posko) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Hal itu sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino ekstrem 2026.

mewakili Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Polhut Ahli Utama Sustyo Iriyono, menjelaskan, 7.883 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalbar hingga 31 Maret 2026 

Sustyo mengatakan, pengawasan ketat menjadi kunci utama dalam menekan kebakaran hutan. Menurutnya, pengendalian tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga deteksi dini dan langkah antisipatif yang konsisten.

“Dengan pengawasan kuat, setiap potensi titik api bisa dideteksi lebih awal dan ditangani lebih cepat,” kata Sustyo dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 4 April 2026.

Kondisi ini juga diperkuat dengan penetapan status siaga darurat bencana asap oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho S. Mustiko, menyebut Kalbar sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Indonesia.

Sejauh ini, tim Manggala Agni telah memadamkan kebakaran seluas 479,12 hektare. Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar mencapai 131,20 hektare, disusul Sambas, Ketapang, Mempawah, dan Singkawang.

Sebanyak 195 personel yang tergabung dalam 13 regu Manggala Agni telah dikerahkan. Pengerahan dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: MI.

Melalui koordinasi Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah X Pontianak, posko akan menjalankan sejumlah langkah strategis, seperti peningkatan patroli terpadu di daerah rawan, optimalisasi pemantauan hotspot, serta pengecekan kesiapan personel dan peralatan. Sosialisasi kepada masyarakat juga digencarkan untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pemerintah mengimbau masyarakat turut aktif melaporkan indikasi kebakaran sejak dini. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak karhutla, mencegah bencana asap, serta menghindari kabut asap lintas negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)