Personel UNIFIL berpatroli di Lebanon. (Anadolu Agency)
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kemlu RI Layangkan Kecaman yang 'Sangat Keras'
Willy Haryono • 31 March 2026 13:41
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melayangkan kecaman yang "sangat keras" atas serangan kedua terhadap pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia yang bertugas di Lebanon bersama UNIFIL pada 30 Maret 2026.
Serangan tersebut mengakibatkan dua personel TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka-luka. Satu hari sebelumnya, serangan di Lebanon juga membuat satu personel TNI gugur.
Kemlu RI menegaskan bahwa serangan berulang terhadap personel Indonesia dalam waktu singkat merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
“Terulangnya serangan keji terhadap peacekeepers Indonesia dalam waktu yang singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima,” tegas Kemlu RI dalam pernyataan di akun media sosial X, Selasa, 31 Maret 2026.
“Serangan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan, di mana operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius,” sambungnya.
Serangan Israel yang berulang di Lebanon dinilai secara signifikan telah meningkatkan risiko yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006).
Mengenai gugurnya total tiga prajurit TNI, Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya serta solidaritas kepada keluarga korban, sekaligus mendoakan pemulihan bagi para personel yang terluka.
Kemlu RI menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian, di mana pun mereka ditempatkan, tidak dapat ditawar.
“Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.
Akhir kata, Kemlu RI menyerukan dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap insiden di Lebanon, "termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan."
Baca juga: Kronologi Gugurnya 2 Prajurit TNI Saat Kawal Konvoi UNIFIL di Lebanon