Polisi melakukan ramp check kendaraan bus dan truk di Gerbang Tol Soroja. Metrotvnews.com/Aditya Prakasa.
Kendaraan Berat di GT Soroja Bandung Dicek Jelang Arus Mudik Lebaran
Aditya Prakasa • 11 February 2026 12:17
Bandung: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat bersama dinas terkait melakukan ramp check kendaraan berat seperti bus dan truk di Gerbang Tol (GT) Soroja, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Lodaya 2026 menjelang arus mudik lebaran.
Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat, Kombes Ryadian Kokrosono mengatakan, operasi kali ini fokus pada upaya pre-emptive dan preventif di jalan raya. Operasi ini dilakukan untuk mengecek kesiapan pengemudi dan kelayakan kendaraan.
"Kita bersama dinas terkait melaksanakan kegiatan pre-emptive dan preventif di jalan umum untuk mengecek kesiapan dari manusia dan kendaraan," kata Raydian, Rabu, 11 Februari 2026.
Operasi Keselamatan Lodaya menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan. Raydian berharap kendaraan yang diperiksa tidak mengalami masalah yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
"Ini upaya pre-emptive, mengecek kesiapan driver dan kelaikan kendaraan yang akan digunakan menjelang Lebaran. Operasi ini kita laksanakan sebelum Operasi Ketupat, sehingga pada saat pelaksanaan operasi ketupat yang akan berlangsung dua minggu ke depan, mudah-mudahan lebih aman, nyaman, dan selamat," kata dia.

Polisi melakukan ramp check kendaraan bus dan truk di Gerbang Tol Soroja. Metrotvnews.com/Aditya Prakasa.
Dari hasil pengecekan, Raydian menyebut kondisi kendaraan dan pengemudi secara umum sudah baik. Pihaknya hanya menemukan beberapa pelanggaran administratif dari para pengemudi.
"Alhamdulillah kebanyakan sudah bagus semuanya. Hanya 1-2 yang kelupaan surat-surat, dan itu kita beri waktu untuk melengkapinya atau mengganti driver cadangan," ucap Ryadian.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, kendaraan yang dinyatakan laik jalan diberikan stiker sebagai tanda lulus ramp check. Dengan stiker tersebut, kendaraan tidak akan diperiksa ulang agar tidak mengganggu perjalanan penumpang.
"Kami mohon maaf sempat sedikit mengganggu perjalanan penumpang, tapi tujuan akhirnya untuk menyelamatkan nyawa manusia di jalan," kata dia.

Polisi melakukan ramp check kendaraan bus dan truk di Gerbang Tol Soroja. Metrotvnews.com/Aditya Prakasa.
Selain itu, sebanyak 2,5 juta kegiatan pre-emptive telah digelar selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Kegiatan tersebut didominasi edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
"Pada saat operasi keselamatan H+10 ini, di seluruh jajaran Polda Jawa Barat kita sudah melaksanakan kegiatan pre-emptive sebanyak 2,5 juta kegiatan," ujar Raydian.
Raydian menyebutkan, kegiatan tersebut meliputi penyebaran sekitar 1,3 juta lembar leaflet dan brosur imbauan keselamatan berlalu lintas. Petugas juga turun langsung ke sekolah dan perusahaan untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar dan karyawan.
"Kita juga melaksanakan sekitar 600 ribu kegiatan edukasi di media sosial, kemudian sosialisasi kampanye berkeselamatan. Kita kunjungi sekolah, kita datangi perusahaan untuk memberikan himbauan. Harapannya saat Operasi Ketupat berlangsung dua minggu ke depan, situasi lebih aman, nyaman, dan selamat," jelas dia.
Raydian menegaskan, pendekatan edukatif ini menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran. "Tujuan akhirnya tetap sama, bagaimana kita menjaga dan menyelamatkan nyawa manusia," ungkap Raydian.