Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Dok. MI/Usman Iskandar)
Tunggu Mandat Resmi, TNI Siap Kirim Pasukan ke Gaza
Riza Aslam Khaeron, Syeha Shafira Alhaddar • 10 February 2026 15:55
Jakarta: Indonesia dilaporkan akan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan ke Gaza, Palestina sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Gaza (ISF).
Melansir Times of Israel, laporan ini pertama kali diungkap oleh penyiar publik Israel, Kan, yang menyebut bahwa beberapa ribu tentara Indonesia akan ditempatkan di Gaza selatan dalam beberapa pekan ke depan.
Kontingen ini disebut akan menjadi kekuatan asing pertama yang hadir dalam kerangka pengaturan keamanan pascaperang di wilayah tersebut.
Pasukan Indonesia direncanakan akan bertugas di tenggara Rafah. Saat ini, fasilitas perkantoran dan permukiman disebut sedang dibangun di lokasi yang mencakup area antara Rafah dan Khan Younis.
Namun, belum ada tanggal resmi terkait penempatan, dan Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar publik.
| Baca Juga: Indonesia Diundang ke KTT Board of Peace, Presiden Belum Putuskan Hadir |
TNI siap kirim pasukan
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada 9 Februari 2026 di Istana Negara menyebutkan TNI saat ini telah melakukan persiapan awal terkait kemungkinan pengiriman pasukan dalam misi perdamaian.
KSAD mengatakan, meski belum ada keputusan final terkait lokasi dan jumlah personel, namun proses pembinaan dan latihan sudah berjalan.
“Ya itu kan masih terus berjalan ya, jadi kami menunggu dari hasil koordinasi ke yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI membutuhkan personil yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” ucap Maruli.
“Pasukan difokuskan pada personel dengan karakter khusus seperti satuan zeni, tenaga kesehatan, dan unsur pendukung kemanusiaan, yang diproyeksikan untuk misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan.
Terkait wacana pengiriman pasukan ke wilayah konflik, KSAD menegaskan TNI AD saat ini masih menunggu hasil koordinasi antar lembaga yang dikoordinir oleh pemerintah pusat, termasuk mabes tni dan kementerian terkait.
Menurutnya jumlah personel yang dipersiapkan masih bersifat dinamis bisa dalam skala satu brigade atau lebih.
Pasukan ISF
?Pasukan ini akan bertugas di bawah ISF, kekuatan multinasional yang dibentuk dengan mandat PBB. Menurut laporan The National, ISF akan melibatkan partisipasi dari Mesir, Turki, Azerbaijan, dan Indonesia.
Diberitakan bahwa ISF akan beranggotakan sekitar 4.000 personel, dengan Mesir sebagai pemimpin pasukan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Fokus awal ISF adalah mengawasi garis gencatan senjata dan mendukung struktur keamanan lokal pascaperang.
Jumlah yang dilaporkan ini lebih sedikit dibandingkan komitmen awal. Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim hingga 20.000 pasukan penjaga perdamaian ke Palestina,
Mengutip Anadolu Agency, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya pada Jumat, 14 November 2025 menyatakan bahwa TNI telah melatih sekitar 20.000 personel dengan keahlian di bidang medis dan teknik konstruksi sebagai bagian dari persiapan misi.
Selain pasukan asing, ISF juga akan beroperasi bersama ribuan personel Palestina yang ditunjuk oleh Otoritas Palestina. Mereka akan bertanggung jawab dalam bidang intelijen dan keamanan preventif di Gaza.