Perdana Menteri Haiti Alix Didier Fils-Aime. (Anadolu Agency)
Haiti Serahkan Kekuasaan ke PM Alix Didier Fils-Aime di Tengah Kekerasan Geng
Willy Haryono • 8 February 2026 17:41
Port-au-Prince: Dewan transisi kepresidenan Haiti, yang telah memimpin negara Karibia itu selama hampir dua tahun, akhirnya menyerahkan kekuasaan kepada Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aime pada Sabtu, 7 Februari.
Penyerahan kekuasaan dilakukan setelah dewan transisi gagal mengendalikan maraknya kekerasan geng di Haiti.
Serah terima kekuasaan antara dewan beranggotakan sembilan orang dengan Fils-Aime berlangsung dengan pengamanan ketat mengingat iklim politik Haiti yang tidak stabil.
“Kata kunci kami jelas: keamanan, dialog politik, pemilu, stabilitas. Tuan Perdana Menteri, pada momen bersejarah ini, saya tahu Anda memahami besarnya tanggung jawab yang kini Anda emban untuk negara,” ujar Ketua Dewan Laurent Saint-Cyr kepada Fils-Aime.
Dengan demikian, Fils-Aime kini menjadi satu-satunya pejabat politik di Haiti yang memegang kekuasaan eksekutif. Ia menghadapi tugas berat untuk menyelenggarakan pemilu dengan dukungan dari lanskap politik yang terpolarisasi.
Selama bertahun-tahun, Haiti—negara termiskin di Benua Amerika—terjerat kekerasan geng yang mematikan, ditandai dengan maraknya pembunuhan, pemerkosaan, dan penculikan.
Pemilu terakhir digelar pada 2016, dan Haiti tidak memiliki presiden sejak Jovenel Moise dibunuh pada Juli 2021.
Geng-geng bersenjata kini menguasai sekitar 90 persen ibu kota Port-au-Prince dan menewaskan hampir 6.000 orang sepanjang 2025, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sekitar 1,4 juta orang atau 10 persen dari populasi di Haiti telah mengungsi akibat kekerasan tersebut. Hampir separuh warga Haiti menghadapi kerawanan pangan akut, termasuk sekitar 1,2 juta anak di bawah usia lima tahun.
Baca juga: Kelompok Bersenjata Serang Distrik Nelayan di Haiti, 42 Orang Tewas