Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. (Anadolu Agency)
Rusia Sebut Kasus Jeffrey Epstein Cerminkan Kebusukan Elite Barat
Muhammad Reyhansyah • 9 February 2026 16:01
Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kasus Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah divonis, mengungkap tingkat korupsi global yang tinggi di kalangan apa yang disebutnya sebagai “elite Barat.”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Berbicara kepada media lokal, Zakharova mengatakan kasus Epstein mencerminkan adanya “konspirasi di antara mereka yang berada di posisi kekuasaan” di berbagai negara serta di dalam organisasi internasional. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki pengaruh besar terhadap proses keuangan dan ekonomi di tingkat global.
“Ini adalah kejahatan-kejahatan mengerikan yang tidak dilakukan karena keputusasaan, bahkan bukan semata-mata karena penyimpangan. Kejahatan ini dilakukan demi kejahatan itu sendiri,” kata Zakharova, seperti dikutip Anadolu Agency, Senin, 9 Februari 2026.
Ia juga menyatakan bahwa apa yang terungkap sejauh ini hanyalah bagian kecil dari persoalan yang lebih besar.
“Kita tidak mengetahui apa pun tentang elite Barat. Ini hanyalah serpihan salju kecil di atas gunung es yang sangat besar; ini bahkan bukan puncak gunung es,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, dan 180.000 gambar berdasarkan Epstein Files Transparency Act yang disahkan menjadi undang-undang pada November lalu.
Materi yang dirilis mencakup foto-foto, transkrip dewan juri, serta catatan penyelidikan yang menyoroti hubungan Epstein dengan pelaku bisnis, miliarder, pejabat pemerintah, dan tokoh media, baik di Amerika Serikat maupun di negara lain.
Epstein ditemukan tewas akibat bunuh diri di sebuah penjara di New York pada 2019, saat ia menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks federal yang melibatkan anak di bawah umur.
Baca juga: Disebut di Dokumen Epstein, Dalai Lama Tegaskan Tak Pernah Bertemu