pemimpin spiritual umat Buddha Tibet Dalai Lama. (Anadolu Agency)
Disebut di Dokumen Epstein, Dalai Lama Tegaskan Tak Pernah Bertemu
Willy Haryono • 8 February 2026 16:45
Tibet: Dalai Lama menegaskan dirinya tidak pernah bertemu maupun berinteraksi dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, meski namanya disebut ratusan kali dalam publikasi terbaru dokumen kasus Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Berdasarkan hasil penelusuran dalam dokumen yang tersedia di situs DOJ, terdapat 157 kali penyebutan nama Dalai Lama. Namun, pihak Dalai Lama menegaskan bahwa penyebutan tersebut tidak mencerminkan adanya hubungan atau pertemuan langsung.
Dalam pernyataan resminya, pemimpin spiritual umat Buddha Tibet itu mengakui adanya laporan media dan unggahan di media sosial terkait “Berkas Epstein” yang mencoba mengaitkan namanya dengan Epstein.
“Kami dapat menegaskan tanpa ragu bahwa Yang Teramat Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein ataupun mengizinkan pertemuan atau interaksi apa pun dengannya, termasuk yang dilakukan pihak lain atas nama Yang Teramat Mulia,” demikian pernyataan pihak Dalai Lama yang dikutip Antara, Minggu, 8 Februari 2026.
Dalai Lama, yang lahir dengan nama Tenzin Gyatso, kini berusia 90 tahun. Baru-baru ini, ia meraih Grammy Awards untuk kategori buku audio melalui karyanya berjudul Meditations: The Reflections of His Holiness The Dalai Lama.
Meski dikenal luas sebagai figur spiritual dunia, Dalai Lama juga pernah menghadapi kontroversi. Salah satunya terjadi pada 2023 ketika ia terekam kamera meminta seorang murid muda untuk “menghisap lidahnya," yang memicu kecaman publik dan permintaan maaf dari pihaknya.
Dalam konteks politik, wilayah Tibet berada di bawah kendali Tiongkok sejak 1951, dalam operasi yang oleh Beijing disebut sebagai “pembebasan damai”. Setelah pemberontakan melawan kekuasaan Tiongkok gagal pada 1959, Dalai Lama melarikan diri ke Dharamsala, India utara, dan mendirikan pemerintahan Tibet dalam pengasingan beserta parlemen.
Pemerintah Tiongkok tidak mengakui pemerintahan dalam pengasingan tersebut dan menyatakan Tibet telah menjadi bagian dari Tiongkok sejak abad ke-13. Sebaliknya, Dalai Lama menegaskan bahwa Tibet merupakan negara merdeka ketika pasukan Tentara Pembebasan Rakyat memasuki wilayah itu.
Sementara itu, Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, dan 180.000 gambar terkait Epstein, sesuai dengan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Materi yang dipublikasikan mencakup foto, transkrip juri, serta catatan penyelidikan, meskipun sebagian besar halaman masih disensor.
Epstein ditemukan tewas akibat bunuh diri di sebuah penjara di New York City pada 2019, saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seksual yang melibatkan perempuan di bawah umur.
Baca juga: Eks Menteri Prancis Mundur dari Arab World Institute Terkait Kasus Epstein