Ini Ciri-Ciri Masyarakat Kelas Bawah Berdasarkan Kondisi Sosial dan Ekonomi

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Ini Ciri-Ciri Masyarakat Kelas Bawah Berdasarkan Kondisi Sosial dan Ekonomi

Eko Nordiansyah • 8 February 2026 14:45

Jakarta: Istilah “kelas bawah” kerap digunakan untuk menggambarkan status sosial kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Memahami karakteristik kelompok ini menjadi langkah penting untuk menilai kondisi sosial ekonomi secara objektif. 

Mengutip dari laman Kajian Pustaka, status sosial ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga dalam masyarakat yang ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, serta kepemilikan aset yang dimiliki. Status ini mencerminkan kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta tingkat partisipasi dalam kehidupan sosial. Semakin baik kondisi sosial ekonomi mereka, maka semakin tinggi pula posisinya dalam struktur sosial masyarakat.

Berdasarkan tingkat status sosial ekonomi, masyarakat terbagi ke dalam tiga kelompok yakni kaum kelas atas, kaum kelas menengah, dan kaum kelas bawah. Berikut definisi dan ciri-ciri kaum kelas bawah yang perlu diketahui.  

Mengenal kaum kelas bawah (low class)

Melansir dari laman Tetra Jasa, kaum kelas bawah merupakan kelompok masyarakat  yang berada pada lapisan ekonomi paling rendah dalam struktur sosial. Mereka umumnya memiliki pendapatan terbatas serta akses yang minim terhadap layanan penting seperti pendidikan dan kesehatan.

Kondisi ini membuat peluang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih sulit, terutama karena sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor informal atau pekerjaan dengan upah rendah.

Karakteristik kaum kelas bawah

Berikut adalah sejumlah karakteristik dari kaum kelas bawah:

1. Pendapatan terbatas

Penghasilan yang dimiliki umumnya rendah sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, bahkan seringkali masih mengalami kesulitan ekonomi.

2. Kesempatan pendidikan minim

Akses terhadap pendidikan berkualitas cenderung terbatas, sehingga banyak dari mereka memiliki tingkat pendidikan rendah dan peluang kerja yang lebih sempit.

3. Rentan terhadap masalah sosial

Dengan kondisi tersebut, kelompok ini kerap menghadapi berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, serta kesenjangan sosial yang memengaruhi kesejahteraan hidup mereka.

Baca Juga :

Penduduk Miskin Jakarta Turun 0,25%



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Perbedaan kaum kelas bawah dan kelas atas

Merangkum dari laman Simulasi Kredit, perbedaan kelas bawah dan kelas atas terutama terletak pada kondisi ekonomi, akses sosial, serta posisi dalam struktur masyarakat. Masyarakat kelas bawah umumnya memiliki pendapatan rendah, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta peluang kerja yang lebih sempit. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap kemiskinan dan kesulitan meningkatkan taraf hidup. 

Sebaliknya, kelas atas memiliki pendapatan dan kekayaan jauh lebih besar yang didukung oleh aset yang memadai, pendidikan yang lebih baik, serta jaringan sosial yang luas. Hal tersebut memberi mereka akses lebih besar terhadap berbagai peluang ekonomi dan posisi sosial yang lebih tinggi.

Perbedaan inilah yang kemudian menciptakan kesenjangan sosial ekonomi antara kedua kelompok tersebut dalam kehidupan masyarakat.

Tolak ukur status sosial ekonomi dalam masyarakat

Berikut sejumlah faktor yang menjadi ukuran dalam menentukan kedudukan status sosial ekonomi seseorang dalam lapisan masyarakat, dilansir dari Kajian Pustaka:

1. Kekayaan

Status sosial ekonomi seseorang seringkali diukur dari jumlah harta atau aset yang dimiliki, seperti rumah, kendaraan, dan gaya hidup. Semakin besar kekayaan yang dimiliki, semakin tinggi pula kedudukannya dalam lapisan masyarakat.

2. Kekuasaan

Besar kecilnya wewenang atau jabatan yang dimiliki seseorang juga menjadi penentu status sosial. Individu yang memiliki kekuasaan atau posisi penting dalam organisasi atau pemerintahan cenderung berada pada lapisan sosial yang lebih tinggi.

3. Kehormatan

Penghargaan dan rasa hormat dari masyarakat juga dapat menentukan kedudukan sosial seseorang. Faktor ini biasanya terlihat pada tokoh yang disegani karena pengalaman, jasa, atau peran pentingnya di lingkungan sekitar.

4. Ilmu Pengetahuan

Tingkat pendidikan dan pengetahuan turut memengaruhi status sosial ekonomi. Orang dengan pendidikan lebih tinggi sering dianggap memiliki posisi sosial yang lebih baik karena dinilai memiliki kemampuan dan wawasan yang lebih luas. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)