Ilustrasi media sosial. (Anadolu Agency)
Spanyol Dorong Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Muhammad Reyhansyah • 4 February 2026 12:00
Madrid: Pemerintah Spanyol berencana mendorong larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun guna melindungi mereka dari konten berbahaya seperti pornografi dan kekerasan. Rencana tersebut disampaikan Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Selasa, 3 Februari 2026 dan memicu reaksi keras dari pemilik platform X, Elon Musk.
Berbicara dalam sebuah konferensi tingkat tinggi di Dubai, Sanchez menegaskan bahwa platform digital akan diwajibkan menerapkan sistem verifikasi usia yang efektif.
“Platform akan diminta menerapkan sistem verifikasi usia yang efektif dan bukan sekadar kotak centang, tetapi penghalang nyata yang benar-benar berfungsi,” ujarnya, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menilai anak-anak saat ini terpapar ruang digital yang seharusnya tidak mereka jelajahi sendirian.
“Hari ini, anak-anak kita terpapar ruang yang tidak pernah dimaksudkan untuk mereka hadapi sendiri: ruang kecanduan, penyalahgunaan, pornografi, manipulasi, dan kekerasan. Kami tidak akan lagi menerima hal ini,” kata Sanchez.
Pemimpin Partai Sosialis itu juga berjanji akan mengubah undang-undang Spanyol agar para kepala eksekutif perusahaan teknologi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika gagal menghapus konten ilegal atau bermuatan kebencian.
Sanchez sebelumnya telah mengemukakan gagasan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun pada November lalu. Namun, pada Selasa ia merinci rencana tersebut dalam paket lima langkah kebijakan yang dijadwalkan mulai disetujui “mulai pekan depan."
Meski demikian, pemerintah koalisi Sanchez tidak memiliki mayoritas di parlemen dan kerap menghadapi kesulitan dalam meloloskan undang-undang.
Menanggapi pernyataan tersebut, Elon Musk melontarkan kritik tajam melalui unggahan di X. Ia menyebut Sanchez sebagai “Dirty Sanchez” dan menuduhnya sebagai “tirani dan pengkhianat rakyat Spanyol”, disertai sebuah emoji kotoran. Dalam unggahan lain, Musk menyebut Sanchez sebagai “fasis totaliter sejati”.
Unggahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernyataan Musk yang juga menyerang otoritas Prancis, menyusul penggerebekan polisi di kantor X di Paris terkait dugaan campur tangan politik dan penyebaran konten deepfake seksual.
Langkah Spanyol ini muncul di tengah tren global pembatasan akses media sosial bagi anak. Australia mencatat sejarah pada Desember lalu dengan melarang remaja muda menggunakan sejumlah platform populer, termasuk Facebook, Instagram, dan TikTok.
Prancis dan Portugal juga berupaya mengikuti langkah serupa. Spanyol kini bergabung dengan Denmark, Yunani, dan Prancis dalam memimpin dorongan agar kebijakan pembatasan media sosial bagi anak diterapkan secara lebih luas di tingkat Uni Eropa.
Baca juga: Ikuti Jejak Indonesia, Malaysia Tangguhkan Akses AI Grok Milik Elon Musk