Ilustrasi: kegiatan daftar ulang siswa baru di salah satu sekolah dasar di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Juli 2026. ANTARA/Nirkomala.
Atasi Penumpukan, Disdik Mataram Sebar Siswa Baru ke Sekolah Lain
Silvana Febiari • 6 July 2026 16:00
Mataram: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera mendistribusikan siswa baru yang menumpuk pada sekolah-sekolah tertentu. Langkah tersebut dilakukan untuk pemerataan jumlah siswa antarsekolah.
Kepala Disdik Kota Mataram H Yusuf mengatakan tahapan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 sudah selesai pada 3 Juli 2026. Namun, pendistribusian siswa masih berjalan.
"SPMB sudah berjalan sesuai empat jalur yakni prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili. Akan tetapi ternyata pendaftaran siswa masih menumpuk pada satu tempat," kata Yusuf, dilansir dari Antara, Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga :
Siswa yang telah mendaftar tetapi tidak terakomodasi di sekolah tertentu, terutama di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 6 Mataram, akan didistribusikan ke sekolah lain. Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan domisili masing-masing siswa.
Pola distribusi akan dilakukan dari SMPN 2 ke SMPN 6, kemudian ke SMPN 1 ke SMPN 15 Mataram. Hal serupa juga akan dilakukan di SMP-SMP lainnya.
Pasalnya, kata dia, ada juga beberapa sekolah yang masih belum mencapai target siswa. Misalnya di SMP Negeri 13 Mataram masih kekurangan siswa sekitar 50 persen.
"Dari kuota 400 siswa, mereka baru menerima 200 siswa. Karena itu kemungkinan kelebihan siswa di SMP lain akan dialihkan ke SMPN 13 Mataram," ungkapnya.
Hal serupa, kata dia, juga akan dilakukan di sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kelebihan siswa. Salah satunya di SD Negeri 10 Cakranegara yang akan dilakukan pemerataan siswa.
"Data siswa-siswa yang belum terakomodasi di sekolah yang mereka inginkan, ada di kami, dan sedang kami proses evaluasi dan rekap untuk pendistribusian sesuai domisili," jelas Yusuf.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Sementara kasus yang terjadi di SMP Negeri 18 Mataram yakni kekurangan siswa terjadi setiap tahun dengan jumlah siswa baru sekitar 12-15 orang. Pihaknya belum terpikir untuk menggabungkan sekolah tersebut, tetapi saat ini sedang dilakukan kajian untuk mengubah sekolah itu menjadi sekolah unggulan dalam tertentu.
"Kajian itu, kini sedang dipertimbangkan dan akan melibatkan pihak-pihak terkait agar keberadaan SMP 18 bisa lebih optimal," ucapnya.
Lebih jauh, Yusuf mengakui pelaksanaan SMPB tahun 2026/2027 belum berjalan sesuai dengan harapan. Meskipun sudah dilakukan pembagian empat jalur SPMB, orang tua dan siswa masih saja mengejar sekolah-sekolah tertentu atau sekolah favorit sehingga terjadi penumpukan calon siswa.
"Hal itu akan menjadi bagian evaluasi kami ke depan, agar SPMB tahun-tahun berikutnya bisa berjalan lebih baik dan maksimal," ujarnya.