Puluhan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Bertahan di Pengungsian

Petugas dan sejumlah alat berat beraktivitas di area kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, untuk melakukan pemadaman pada Jumat (3/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M

Puluhan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Bertahan di Pengungsian

Lukman Diah Sari • 6 July 2026 14:02

Kabupaten Tangerang: Sedikitnya 28 jiwa warga terdampak kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin, di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih bertahan di pengungsian, di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, sejak Selasa, 30 Juni 2026. Puluhan pengungsi itu terdiri dari ibu rumah tangga, lansia, dan anak-anak.

"Saya sudah mengungsi selama tujuh hari. Kalau untuk bantuan tercukupi, seperti logistik makanan, kasur, itu tercukupi semua," kata Qipi, salah satu pengungsi di Kantor Desa di Tangerang, Senin, 6 Juli 2026, melansir Antara.

Ia mengungkap, masih memilih bertahan di pengungsian karena permukimannya masih terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Qipi mengaku, kebutuhan logistik pengungsi dipenuhi oleh pemerintah daerah dengan mendirikan dapur umum.

"Logistik kami disiapkan sama pemerintah, jadi masih aman selama kami di sini," ujar dia.

Sejumlah warga tengah beristirahat di pengungsian di Kantor Balai Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk. ANTARA/Azmi Samsul M

Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, membenarkan bahwa mayoritas warga yang mengungsi adalah anak-anak dan lansia. Ia memastikan kondisi kesehatan para pengungsi saat ini terpantau sehat, meski sebelumnya sebagian besar sempat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Alhamdulillah, dokter dan Puskesmas Rajeg selalu mengecek. Apabila ada warga yang mengungsi, langsung diperiksa kesehatannya," ungkap Uti.\

Terkait ketersediaan logistik, Uti memastikan kondisinya sangat aman. Stok bahan pokok terus berdatangan dari pemerintah maupun relawan kemanusiaan.

"Semua makanan tercukupi. Selain dari Dinsos, semalam juga ada bantuan dari Kementerian Sosial, PDAM, bupati, hingga dari provinsi," jelas dia.

Upaya Pemadaman Terus Berlangsung

Hingga saat ini, upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan Pemda, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Kementerian Kehutanan masih terus berlangsung. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara.

Para petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni berjibaku memadamkan api melalui jalur darat. Sementara operasi pemadaman dari udara menggunakan tiga unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berdasarkan laporan yang dihimpun Antara, hari ini, Senin, 6 Juli 2026, cakupan lahan yang terbakar di TPA Jatiwaringin mencapai 18 hektare dari total lahan 33 hektare. Memasuki hari ketujuh, petugas gabungan berhasil mengendalikan kebakaran dengan hanya menyisakan sekitar 3,6 persen area yang masih berusaha dipadamkan.

(Lukman Diah Sari)