Ilustrasi. Foto: dok MI.
Sektor Keuangan Jadi Penyerap Terbesar Alumni MagangHub, Capai 23,4%
Ade Hapsari Lestarini • 6 July 2026 21:06
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat alumni Magang Nasional (MagangHub) paling banyak mendapatkan penawaran kerja atau terserap di sektor keuangan.
“Peserta yang mendapatkan penawaran kerja berdasarkan sektor. Ini ada kita lihat ada finance, wholesale trade, kemudian manufaktur, health, akomodasi. Dan ini yang paling besar ini (sektor) finance, ya, di bidang keuangan,” kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 6 Juli 2026.
Sektor finansial menyerap MagangHub
Berdasarkan data Kemnaker, sektor finansial menyerap 23,4 persen dari alumni peserta program Magang Nasional 2025.
Sementara, urutan kedua adalah sektor perdagangan grosir (wholesale trade) dengan 17,9 persen, disusul sektor manufaktur yang menyerap 16,5 persen dari alumni peserta.
Lebih lanjut, sektor kesehatan (health) dan akomodasi berada di urutan keempat dan kelima, dengan persentase masing-masing 10,3 persen dan 5,2 persen.


Secara keseluruhan, sebanyak 30 persen alumni peserta Magang Nasional sudah ditawari oleh perusahaan tempat mereka menimba pengalaman kerja selama enam bulan.
"Dari data survei juga, anak-anak magang yang kita siapkan, itu rata-rata 30 persen (dari) mereka itu setelah magang, diterima di perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Wamenaker Afriansyah.
Selanjutnya, sebanyak 34 persen alumni peserta angkatan pertama belum ditawari perusahaan, tapi ada indikasi untuk direkrut. Sementara 36 persen sisanya tidak ditawarkan pekerjaan setelah program berakhir.
Target magang nasional 2026
Untuk pelaksanaan Magang Nasional 2026 atau angkatan kedua, Afriansyah mengatakan Kemnaker menargetkan jumlah peserta sebanyak 150 ribu orang yang dibagi dalam tiga periode (batch).
Lebih jauh, Kemnaker juga akan fokus agar sebaran wilayah dan bidang magang lebih merata, memperluas sasaran peserta yang lebih inklusif, pemberian sertifikasi bagi seluruh peserta Magang Nasional, serta melakukan monitoring dan evaluasi yang lebih baik dan komprehensif.
“Perbaikan monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, yaitu pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggaraan dan mentor, dan pelacakan hasil pasca program,” kata Wamenaker Afriansyah.
Sementara itu, kuota peserta pada periode (batch) pertama dari Magang Nasional 2026 adalah sebanyak 50 ribu orang, dengan pendaftarannya akan dibuka pada 15-28 Juli 2026.