Laga Kanada vs Maroko dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. (Xinhua/Xin Yuewei)
Statistik Kanada vs Maroko, Singa Atlas Lebih Banyak Menguasai Bola
Riza Aslam Khaeron • 4 July 2026 19:03
Jakarta: Kanada dan Maroko akan berhadapan pada laga pembuka babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Amerika Serikat, Minggu, 5 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
Kanada, yang berstatus sebagai underdog di peringkat 30 FIFA, melangkah ke babak ini setelah menundukkan Afrika Selatan dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi The Canucks karena merupakan kemenangan perdana mereka di fase gugur Piala Dunia.
Sebelumnya, performa Kanada terbilang menjanjikan dengan melibas Qatar 6-0, sebelum akhirnya takluk 1-2 dari Swiss pada laga pamungkas grup.
Namun, tantangan kali ini jauh berbeda karena mereka harus menantang Maroko. Tim peringkat 6 FIFA tersebut melenggang ke babak 16 besar usai mendepak tim unggulan Belanda melalui drama adu penalti. Skuad Singa Atlas juga memiliki reputasi mentereng, termasuk kesuksesan bersejarah menembus babak semifinal pada edisi Piala Dunia sebelumnya, serta catatan dominan kala bersua tim dari zona CONCACAF.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, secara tegas menolak anggapan bahwa Kanada adalah tim underdog. Ia memprediksi duel perebutan tiket perempat final ini akan berlangsung sangat ketat dan berimbang.
Lantas, bagaimana peta kekuatan kedua tim di lapangan? Berikut adalah ulasan statistik mendalam dari kedua kubu.
Kanada Lebih Tajam

Alphonso Davies dalam laga melawan Afrika Selatan. (Instagram/@alphonsodavies)
Mengutip Antara, Kanada di atas kertas terlihat lebih menjanjikan dalam urusan menyerang. Skuad asuhan Jesse Marsch ini sudah mengemas sembilan gol dari empat pertandingan yang telah dijalani.
The Canucks juga tercatat melepaskan 71 kali percobaan dengan 29 di antaranya menemui sasaran. Dari aspek harapan gol atau expected goals (xG), Kanada mencatatkan angka 8,33 yang merupakan salah satu catatan ofensif terbaik di sepanjang turnamen ini.
Statistik tersebut membuktikan bahwa agresivitas serangan Kanada bukanlah ancaman sesaat. Jonathan David dan kolega sangat aktif membongkar sepertiga akhir pertahanan lawan, terutama dengan memaksimalkan lebar lapangan. Sekitar 62 persen sentuhan bola Kanada di area pertahanan lawan berawal dari sektor sayap, yang menegaskan betapa krusialnya peran para pemain sayap mereka.
Kekuatan lini serang tersebut ditopang oleh keseimbangan di kedua koridor permainan. Di sektor kanan, kolaborasi Alistair Johnston dan Tajon Buchanan kerap menjadi momok menakutkan bagi lawan.
Sementara di sektor kiri, Richie Laryea dan Liam Millar memberikan tusukan yang tidak kalah tajam.
Jika Alphonso Davies bisa pulih dan bermain penuh, daya gedor sektor kiri Kanada diprediksi akan jauh lebih menakutkan, mengingat sang kapten hanya tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Afrika Selatan di babak 32 besar, yang sekejap meningkatkan penguasaan bola Kanada ketika dia masuk ke lapangan pada menit ke-76.
Maroko Kuat di Pertahanan dan Kontrol Bola
Kendati demikian, Maroko datang dengan modal pertahanan dan mentalitas yang sangat kokoh. Skuad Singa Atlas memang mengoleksi gol yang lebih sedikit, yaitu tujuh gol dari empat laga. Mereka juga mencatatkan 50 peluang, 21 tembakan tepat sasaran, serta xG di angka 5,55. Namun, statistik tersebut tidak lepas dari profil lawan berat yang telah mereka hadapi di sepanjang turnamen.Langkah Maroko teruji setelah sukses menahan imbang Brasil di fase grup serta memaksa Belanda bermain hingga babak adu penalti di babak 32 besar.
Saat berhadapan dengan Brasil, Maroko bahkan unggul dalam menciptakan peluang dengan perbandingan 13 berbanding delapan. Ketika meredam Belanda, organisasi permainan yang disiplin dari Singa Atlas terbukti sukses mematikan kreativitas serangan Oranje.
Keunggulan mencolok Maroko terletak pada kemampuan mereka dalam mendikte jalannya laga. Rata-rata penguasaan bola mereka mencapai 55 persen, lebih tinggi dibandingkan Kanada yang berada di angka 49 persen. Catatan ini menempatkan Maroko di peringkat kesembilan dari 48 kontestan dalam hal dominasi penguasaan bola, sementara Kanada berada di urutan ke-20.
Selain dominan dalam menguasai bola, Maroko juga dikenal sangat agresif dalam menerapkan tekanan defensif. Mereka tercatat melakukan 218 kali aksi tekanan saat bertahan, hanya kalah dari Paraguay yang memimpin dengan 275 aksi.
Sebagai perbandingan, Kanada mengemas 171 aksi tekanan defensif dan berada di peringkat ke-13. Data ini menunjukkan bahwa Maroko tidak hanya tenang saat menguasai bola, tetapi juga sangat gigih untuk merebutnya kembali saat kehilangan momentum.
Karakter bermain Maroko inilah yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kreativitas serangan Kanada.
The Canucks memang terbukti produktif dengan 71 peluang, namun mereka belum pernah berhadapan dengan tim yang memiliki kerapatan struktur dan intensitas tekanan seperti Maroko. Sebagai gambaran, Belanda yang dikenal sangat ofensif hanya mampu menciptakan tujuh peluang dengan tiga tembakan tepat sasaran saat berhadapan dengan kedisplinan barisan pertahanan Maroko.
Lini Belakang Maroko ada Achraf Hakimi

Achraf Hakimi di laga melawan Skotlandia. (Instagram/@achrafhakimi)
Salah satu sosok kunci yang wajib diwaspadai oleh lini belakang Kanada adalah Achraf Hakimi. Bek kanan andalan Paris Saint-Germain tersebut merupakan kreator utama serangan Maroko dari sektor kanan dengan sumbangan 13 peluang hingga babak 32 besar.
Pertarungan antara Hakimi dengan barisan pertahanan kiri Kanada diprediksi akan menjadi kunci jalannya laga. Jika Kanada berhasil membatasi ruang gerak Hakimi, mereka dapat meredam motor serangan utama Maroko. Sebaliknya, terlalu fokus mengawal Hakimi juga sangat berisiko karena kolektivitas permainan Maroko siap membuka ruang bagi para pemain kreatif lainnya.
| Baca Juga: Statistik Pertandingan Prancis vs Paraguay: Mbappe Cs Produktif, Albirroja Sulit Bobol |
Adu Tombak Kanada dan Maroko
Di sektor ujung tombak, duel ketajaman antara dua penyerang utama juga sangat menarik untuk disimak. Jonathan David telah mengemas tiga gol untuk Kanada, setara dengan catatan Ismael Saibari yang menjadi tumpuan gol Maroko.Kedua penyerang ini tidak hanya tajam di dalam kotak penalti, tetapi juga sangat aktif membantu pertahanan dengan Saibari membukukan 171 aksi tekanan dan David menempel ketat dengan 169 aksi tekanan.
Pertempuran di lini tengah juga akan sangat menentukan arah permainan. Kanada akan mengandalkan Stephen Eustaquio untuk menjaga ritme permainan, namun ia harus berhadapan dengan poros tengah Maroko yang sangat solid dalam diri Neil El Aynaoui dan Ayyoub Bouaddi. Lini tengah Maroko sudah teruji saat berduel dengan gelandang kelas dunia seperti Casemiro dari Brasil serta Frenkie de Jong dari Belanda.
Secara keseluruhan, walau Kanada unggul dalam aspek kuantitas serangan seperti jumlah peluang, tembakan tepat sasaran, dan nilai xG, Maroko tampak jauh lebih matang secara taktik kolektif. Maroko memiliki keunggulan dalam penguasaan bola, efektivitas tekanan defensif, serta pengalaman bertanding melawan tim-tim raksasa.
Pertandingan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh tim mana yang paling sukses memaksakan gaya bermain mereka sejak menit awal. Kanada akan mencoba bermain terbuka dengan mengandalkan kecepatan transisi di sektor sayap, sementara Maroko akan berupaya mengontrol tempo permainan, menekan dengan ketat, dan menjaga kerapatan antarlini.
Jika transisi cepat Kanada mampu melepaskan diri dari tekanan tinggi Maroko, peluang untuk menciptakan kejutan di babak gugur ini tetap terbuka lebar. Namun, apabila Singa Atlas mampu tampil sedisiplin saat meredam Brasil dan Belanda, Maroko memiliki modal yang sangat kuat untuk melangkah ke babak perempat final.