Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. (Anadolu Agency)
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat di Usia 74 Tahun
Willy Haryono • 12 July 2026 17:06
Doha: Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, dalam usia 74 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi Amiri Diwan atau kantor emir Qatar.
"Dengan hati yang teguh menerima ketentuan dan takdir Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa ini, yakni Yang Mulia Emir Bapak Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani yang wafat pagi ini," ujar pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pemerintah Qatar menetapkan masa berkabung nasional selama empat hari mulai Senin, dengan seluruh bendera dikibarkan setengah tiang serta kegiatan di lembaga pemerintah dan badan publik dihentikan sementara.
Sheikh Hamad memimpin Qatar sejak 1995 hingga 2013 dan dikenal luas sebagai sosok utama di balik transformasi negara Teluk tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan diplomasi paling berpengaruh di dunia Arab.
Di bawah kepemimpinannya, Qatar mengalami perkembangan pesat di bidang ekonomi, sosial, dan budaya yang meningkatkan posisi negara itu di tingkat internasional.
Ia memimpin berbagai investasi besar serta membangun kemitraan internasional yang luas seiring Qatar berkembang menjadi eksportir gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia.
Kepemimpinan Sheikh Hamad
Pengaruh politik Qatar kemudian meluas ke berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah, Afrika Utara hingga Asia.Pada 2022, Qatar juga menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, turnamen sepak bola terbesar di dunia yang semakin memperkuat profil internasional negara tersebut.
Masa kepemimpinan Sheikh Hamad juga ditandai dengan peluncuran jaringan televisi Al Jazeera pada 1996 yang kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi media paling berpengaruh di dunia.
Selain itu, ia memperkenalkan konstitusi permanen pertama Qatar pada 2004 serta membuka jalan bagi penyelenggaraan pemilihan umum tingkat kota yang memungkinkan perempuan untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat.
Pada 2013, Sheikh Hamad menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang saat itu berusia 33 tahun. Langkah tersebut menjadi salah satu kasus pengunduran diri sukarela yang langka di antara para penguasa monarki Teluk.
Asisten Profesor Hubungan Internasional Universitas Qatar Abdulla Banndar el Etaibi menyebut Sheikh Hamad sebagai sosok yang mengubah Qatar menjadi negara yang luar biasa.
"Dia meninggalkan warisan di seluruh dunia, bukan hanya di Qatar. Ia bekerja sangat keras mengubah Qatar dari negara biasa menjadi negara yang menonjol dan luar biasa," ujarnya.
Ucapan Belasungkawa
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pemimpin dunia setelah kabar wafatnya Sheikh Hamad diumumkan.Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan belasungkawa kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pemerintah, dan rakyat Qatar atas wafatnya mantan pemimpin tersebut.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga menyampaikan duka mendalam serta memuji kepemimpinan visioner Sheikh Hamad yang dinilai berkontribusi besar terhadap pembangunan Qatar serta perdamaian dan kerja sama regional.
Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan turut menyampaikan simpati kepada keluarga kerajaan Qatar dan menyebut Sheikh Hamad sebagai sosok yang meninggalkan warisan besar bagi negaranya dan kawasan.
Baca juga: Emir Qatar Tekankan Pentingnya Diplomasi sebagai Kunci Stabilitas Timur Tengah