Banjir Kota Bengkulu Surut, BNPB: Ribuan Rumah Terdampak

Banjir di Kota Bengkulu. (Dok BNPB)

Banjir Kota Bengkulu Surut, BNPB: Ribuan Rumah Terdampak

Lukman Diah Sari • 8 April 2026 11:24

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa bencana banjir terjadi di Provinsi Bengkulu, pada 7 hingga 8 April 2026. Kini, banjir berangsur surut.

"BPBD Kota Bengkulu melaporkan pada Senin, 6 April terjadi banjir akibat hujan deras pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Banjir menyebabkan air masuk ke permukiman dengan ketinggian 30 hingga 100 sentimeter," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Rabu, 8 April 2026.

BNPB berdampak di 26 kelurahan di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka. Total sebanyak 2.855 rumah, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan terdampak.

"Petugas segera diturunkan untuk melakukan asesmen, pendataan, penyaluran bantuan logistik, serta evakuasi warga yang terjebak banjir," kata Abdul.



Banjir di Kota Bengkulu. (Dok BNPB)

Dia menerangkan BPBD Kota Bengkulu juga telah mendirikan tenda pengungsian untuk mengantisipasi warga yang akan mengungsi. Banjir berangsur surut pada Selasa, 7 April 2026, petugas tetap memantau ketinggian air dan bersiaga apabila terjadi banjir kiriman.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi. Selain itu, terdapat potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk memantau ketinggian muka air secara berkala. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, disarankan melakukan evakuasi mandiri serta terus memantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)