Warga Palembang Diminta Waspada Bencana Hidrometerologi

Banjir akibat curah hujan tinggi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (5/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana

Warga Palembang Diminta Waspada Bencana Hidrometerologi

Lukman Diah Sari • 7 April 2026 14:46

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), mengimbau warga di 18 wilayah kecamatan untuk mewaspadai bencana hidrometerologi. Meskipun saat ini mulai memasuki fase peralihan menuju musim kemarau, namun fenomena hujan lebat yang disertai petir masih sering terjadi.

Kepala BPBD Kota Palembang Ahmad Furqon menyatakan, pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Basarnas untuk memantau dinamika cuaca serta mempercepat respons darurat di lapangan.

"Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang dan banjir, juga tanah longsor, sehingga BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat cuaca ekstrem berlangsung, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam," kata Furqon, di Palembang, Selasa, 7 April 2026, melansir Antara.


Banjir akibat curah hujan tinggi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (5/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana

Sebagai langkah preventif, pihaknya melakukan pemetaan terhadap pohon-pohon yang sudah rimbun untuk segera dirapikan atau dipangkas guna meminimalisir risiko bagi pengguna jalan dan pemukiman. Kemudian dari kajian risiko bencana, kata dia, Kota Palembang saat ini menghadapi tantangan ganda yakni potensi banjir dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Furqon mengungkapkan, banjir sempat terjadi akibat hujan deras pada Minggu, 5 April 2026, dengan total 40 titik terdampak dan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter.

Di sisi lain, kesiapsiagaan terhadap karhutla juga terus ditingkatkan, sejalan dengan arahan nasional melalui Apel Karhutla di Riau. Fokus pengawasan diarahkan pada wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga, seperti Kecamatan Kertapati, yang kerap menjadi titik rawan kebakaran lahan.

"Kami menyiagakan personel dan alat operasional berkoordinasi dengan Basarnas dan Damkar untuk karhutla. Sementara untuk operasi penanganan banjir, menyiagakan tiga perahu karet," jelas dia.

Pemerintah Kota Palembang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Tindakan tersebut dapat dikenai sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)