Waspada! 17 Daerah di Jateng Berpotensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Siang Ini

Air laut pasang (rob) yang sebelumnya sempat mereda kembali mengancam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. (MI/AS)

Waspada! 17 Daerah di Jateng Berpotensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Siang Ini

Media Indonesia • 7 April 2026 10:01

Semarang: Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi di 17 daerah di Jawa Tengah, Selasa, 7 April 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.

"Waspadai bencana hidrometeorologi terutana warga berada di kawasan lereng perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS) sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut," kata prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif, Selasa, 7 April 2026.

Dia mengungkap cuaca pada pagi hari, umumnya berawan dan hujan ringan di sejumlah daerah Pantura bagian barat. Memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata dengan waktu bervariasi di Jawa Tengah.


Kondisi lingkungan di wilayah pesisir Jawa Tengah. Dokumentasi/ Istimewa

Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. Sedangkan daerah lainnya berpeluang hujan ringan-sedang.

"Angin pada umumnya bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ungkap dia.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto mengungkap gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah mereda. Namun air laut pasang (rob) kembali meningkat di pantura dengan ketinggian maksimum 0,9 meter.

"Waspadai banjir akibat rob ini," ujar Sediyanto. 

Dia menerangkan rob di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berlangsung pukul 13.00-18.00 WIB. Rob tersebut dapat berdampak banjir, sehingga bakal mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. (MI/Akhmad Safuan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)