Waspada Banjir Rob di Bintan dan Lingga hingga 12 April

Suasana rumah dan dermaga di perairan Pulau Pemping di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja

Waspada Banjir Rob di Bintan dan Lingga hingga 12 April

Lukman Diah Sari • 30 March 2026 09:18

Batam: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Kabupaten Bintan dan Lingga, harus waspada potensi banjir rob. Menurut BMKG, banjir rob tersebut terjadi pada 1 April hingga 12 April 2026. 

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Ramlan mengatakan banjir rob terjadi karena fenomena fase bulan purnama pada 2 April 2026. Sehingga, berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir pada periode tersebut,” ujar Ramlan saat dikonfirmasi di Batam, Senin, 30 Maret 2026, melansir Antara.

Wilayah yang dinilai paling rawan terdampak antara lain pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang di Kabupaten Lingga. Sementara di Kabupaten Bintan meliputi pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.

“Secara umum, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir berpotensi terganggu akibat kenaikan muka air laut,” jelas dia.

Ilustrasi pesisir pantai. (MI)

BMKG Batam juga menyebut puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sebagai langkah antisipasi, BMKG Batam telah menyampaikan imbauan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami sudah menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang beraktivitas di perairan seperti nelayan dan warga pesisir agar lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Ramlan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi BMKG Batam serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi pasang surut air laut. BMKG Batam berharap peringatan dini ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir di wilayah rawan banjir rob itu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)