Sejumlah pengungsi beristirahat di tenda pengungsian, Desa Lamahala, Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (12/4/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan
BPBD Flores Timur: 13 Desa Terdampak Gempa
Lukman Diah Sari • 13 April 2026 18:08
Kupang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan dua kecamatan di Kabupaten tersebut terdampak gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,7, Guncangan gempa terjadi pada 9 April 2026.
“Sesuai laporan resmi yang masuk hingga Minggu kemarin, terdapat dua kecamatan yang terdampak oleh gempa tersebut,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Maria Goretty Tukan saat dihubungi dari Kupang, Senin, 13 April 2026, melansir Antara.
Dari dua kecamatan itu, Kecamatan Adonara Timur menjadi daerah dengan jumlah desa terbanyak terdampak gempa bumi berjumlah delapan desa. Terparah Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong.
Sementara itu di Kecamatan Solor Timur, jumlah desa terdampak mencapai lima desa dengan korban jiwa terdampak mencapai 191 jiwa. Sehingga total, ada
“Data terbaru tengah malam baru akan dirilis, namun data terakhir jumlah korban jiwa terdampak mencapai 1.939 jiwa dari total 13 desa terdampak itu,” ujar dia.

Warga melihat bangunan rumah yang rusak akibat gempa di Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, 403 kepala keluarga juga dilaporkan terdampak gempa. Dia bersyukur karena tidak ada korban jiwa hanya ada 18 warga yang alami luka ringan.
Sementara rumah dan fasilitas yang rusak berdasarkan laporan terakhir mencapai 367 unit. Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa kebutuhan yang mendesak adalah sembako, air bersih, perlengkapan mandiri dan cuci, terpal, tikar perlengkapan bayi dan balita, kursi roda, kasur lipat serta pempes dewasa.