Gedung Putih Klaim Narasi 10 Poin Rencana Damai Iran Tidak Akurat

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. Foto: Anadolu

Gedung Putih Klaim Narasi 10 Poin Rencana Damai Iran Tidak Akurat

Muhammad Reyhansyah • 9 April 2026 19:10

Washington: Gedung Putih membantah laporan sejumlah media yang menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyetujui rencana perdamaian 10 poin yang diajukan Iran

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa narasi tersebut tidak akurat.

Dalam konferensi pers, Rabu, 8 April 2026, Leavitt menyatakan bahwa versi rencana yang dipublikasikan Iran berbeda jauh dengan yang dibahas dalam negosiasi bersama AS.

“Perlu saya tegaskan dan luruskan: Iran awalnya mengajukan rencana 10 poin yang pada dasarnya tidak serius, tidak dapat diterima, dan sepenuhnya ditolak. Rencana itu secara harfiah dibuang oleh Presiden Trump dan tim negosiasinya,” ujarnya, dikutip dari Fox News, Kamis, 9 April 2026.

Ia juga menuding sejumlah media telah keliru dalam melaporkan bahwa rencana tersebut dapat diterima oleh AS.

“Banyak media di ruangan ini secara keliru memberitakan bahwa rencana itu dapat diterima oleh Amerika Serikat. Itu tidak benar,” tambahnya.

Leavitt menjelaskan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran masih berlangsung secara tertutup, tanpa memberikan rincian mengenai versi kesepakatan yang sebelumnya disebut Trump sebagai “dapat dijalankan” sebelum tercapainya gencatan senjata pada Selasa malam.

Rencana yang dipublikasikan Iran memuat sejumlah tuntutan, termasuk penghentian seluruh sanksi utama dan sekunder AS terhadap Teheran. Selain itu, Iran juga disebut menuntut kendali penuh atas Selat Hormuz, sesuatu yang bahkan tidak dimiliki sebelum perang dimulai.

Proposal tersebut juga mencakup tuntutan kompensasi atas kerusakan yang dialami Iran selama konflik serta penarikan penuh pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.

Trump sendiri secara terbuka mengkritik versi rencana tersebut melalui platform Truth Social.

“Banyak kesepakatan, daftar, dan surat yang beredar dari pihak-pihak yang sama sekali tidak terlibat dalam negosiasi AS-Iran, dan dalam banyak kasus mereka adalah penipu, orang tidak jujur, bahkan lebih buruk,” tulis Trump.

“Hanya ada satu kelompok poin yang bermakna dan dapat diterima oleh Amerika Serikat, dan hal itu akan dibahas secara tertutup dalam negosiasi ini. Poin-poin inilah yang menjadi dasar kesepakatan gencatan senjata,” lanjut Trump.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)