Iran Paparkan 10 Poin Negosiasi Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu

Iran Paparkan 10 Poin Negosiasi Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat

Fajar Nugraha • 8 April 2026 11:16

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang berbicara dalam kapasitas sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional, paparkan 10 poin yang jadi fokus negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Menurut media pemerintah IRIB yang dikutip dari Anadolu, Rabu 8 April 2026, poin-poin yang diajukan oleh Iran termasuk:

  • Jaminan prinsipil AS untuk tidak melakukan agresi.
  • Kontrol berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz.
  • Pengakuan pengayaan uranium.
  • Pencabutan seluruh sanksi primer.
  • Pencabutan sanksi sekunder.
  • Pengakhiran semua resolusi DK PBB.
  • Pengakhiran resolusi Dewan Gubernur IAEA.
  • Pembayaran kompensasi kepada Iran.
  • Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
  • Penghentian perang di semua front, termasuk terhadap perlawanan Islam di Lebanon.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu pagi bahwa proposal tersebut akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk negosiasi, meskipun tidak secara terbuka merinci semua elemennya. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa Washington akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, menggambarkan proposal Teheran sebagai "dasar yang dapat diterapkan" untuk negosiasi.

Araghchi telah mengisyaratkan potensi penghentian bersyarat operasi militer Iran, dengan mengatakan Teheran akan menghentikan aksinya jika serangan terhadap negara itu dihentikan.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” kata Araghchi dalam sebuah unggahan di platform perusahaan media sosial AS X pada hari Rabu, menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mediasi dan kontak diplomatik yang sedang berlangsung menuju de-eskalasi.

Ia juga mengatakan bahwa untuk jangka waktu dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)